Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Di Pasar Tradisional Banyuwangi, Harga Bumbu Dapur Merangkak Naik

Ayu Lestari • Rabu, 28 Februari 2024 | 15:54 WIB

SEPI: Salah satu pedagang di Pasar Banyuwangi mengeluhkan omzet penjualannya yang terus menurun akibat kenaikan harga sembako Selasa (27/2).
SEPI: Salah satu pedagang di Pasar Banyuwangi mengeluhkan omzet penjualannya yang terus menurun akibat kenaikan harga sembako Selasa (27/2).
Radarbanyuwangi.id Selain beras, harga sejumlah bumbu dapur di pasar tradisional juga ikut mengalami lonjakan harga.

Salah satunya yakni cabai rawit. Saat ini harga komoditas berasa pedas tersebut mencapai Rp 78 ribu per kilogram (kg), dari sebelumnya Rp 60 ribu per kg.

Cabai merah besar juga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Dari Rp 70 ribu per kg menjadi Rp 98 ribu per kg.

Harga bawang merah dan bawang putih juga terkerek naik. Bawang merah yang sebelumnya di kisaran harga Rp 28 ribu, kini naik menjadi Rp 30 ribu per kg.

Sedangkan bawang putih mengalami kenaikan harga dari harga Rp 32 ribu menjadi Rp 34 ribu per kg. 

”Jangankan pembeli, kami saja pedagang ikut susah dengan naiknya kebutuhan pokok,” ujar Susiana, salah satu pedagang di Pasar Banyuwangi.

Susiana mengungkapkan, kenaikan berbagai jenis bahan dapur cukup berpengaruh pada omzet harian pedagang. Misalnya penjualan cabai.

Sebelum ada kenaikan harga, dalam sehari pedagang mampu menjual 15 kilogram cabai.

”Kali ini omzet turun drastis. Kalau sekarang tidak berani jual sebanyak itu, kami beli stok 10 kilogram per hari saja sudah susah jualnya,” tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh pedagang lainnya, Aidha Intania.

Sejak harga kebutuhan pokok merangkak naik, pembeli mulai mengurangi macam-macam keperluannya.

Pelanggan yang biasanya membeli 1 kg cabai, kini hanya membeli setengah atau bahkan seperempat kilogram.

Aidha mengaku sempat merugi karena sisa stok cabai rusak dan membusuk sehingga tak dapat dijual kembali.

”Apalagi sekarang sering hujan, cabai cepat rusak, jadi stoknya dikurangi. Kalau ada pesanan banyak, baru ambilnya lebih,” tandasnya. (tar/aif/c1)

Editor : Niklaas Andries
#Bumbu Dapur #Drastis #bawang putih #omzet #cabai #Komoditas #Bahan Dapur #beras #cabai rawit #kebutuhan pokok #cabai merah #bawang merah #membusuk #rusak #hujan #pasar tradisional #naik #stok #harga