RadarBanyuwangi.id – Pemkab terus mematangkan rencana revitalisasi Pasar Banyuwangi.
Tidak sekadar menyiapkan desain bangunan, Pemkab Banyuwangi juga memastikan selama pengerjaan pembangunan para pedagang pasar akan direlokasi di tempat yang layak.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banyuwangi, Mujiono, Kamis (9/11). Dikatakan, pematangan konsep dan desain pasar tradisional tersebut sudah mencapai 75 persen.
”Finalisasi desain hampir kami selesaikan. Pedagang kering dan basah akan kami sesuaikan lokasinya. Sehingga akan lebih nyaman dan bersih,” ujarnya.
Mujiono memastikan seluruh pedagang akan mendapatkan fasilitas yang lebih nyaman dan layak sesuai dengan kapasitas dan usaha yang dijalankan.
“Selain sebagai lokasi jual beli, Pasar Banyuwangi juga akan menjadi ikon pariwisata,” kata mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (PU-BMCKTR) Banyuwangi tersebut.
Sebelum pekerjaan konstruksi dimulai, imbuh Mujiono, para pedagang akan direlokasi di Gedung Wanita Paramitha Kencana. Segala persiapan sudah dimatangkan.
Tampat relokasi dipastikan akan tertata dengan rapi dan dilengkap dengan fasilitas yang memadai, seperti toilet, bak sampah, dan musala. Tidak hanya itu, lingkungan tempat relokasi juga terjamin.
“Relokasi berlaku untuk seluruh pedagang, baik pedagang dari sisi selatan dan utara. Semoga ikhtiar ini dapat berjalan baik,” harapnya.
Mujiono menjelaskan, renovasi Pasar Banyuwangi akan ditargetkan berjalan mulai awal hingga akhir tahun 2024.
Karena memang program tersebut telah dikonsep dengan matang, harapannya proses revitalisasi bisa rampung dengan cepat sehingga pasar bisa segera beroperasi.
Selain itu, berkaitan dengan anggaran revitalisasi Pasar Banyuwangi, Mujiono mengaku sepenuhnya akan ditanggung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.
Sedangkan, untuk besaran nilai atau dana yang disiapkan kurang lebih Rp 200 miliar.
”Kalau untuk relokasi, pembongkaran, dan perizinan itu dari Pemkab. Sedangkan untuk revitalisasi dan semua komponennya dari Kementerian PUPR,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemkab Banyuwangi tengah mengembangkan kawasan wisata sejarah. Untuk mendukung hal itu, sejumlah objek bakal direvitalisasi. Salah satunya Pasar Banyuwangi.
Untuk merevitalisasi Pasar Banyuwangi, pemkab mendapat dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.
Bahkan, tim dari Kementerian PUPR telah datang ke kabupaten the Sunrise of Java untuk melakukan survei pasar tradisional yang berlokasi di pusat Kota Banyuwangi tersebut.
Selain Pasar Banyuwangi, revitalisasi juga menyasar eks Kantor Dagang Inggris atau yang lebih dikenal dengan Asrama Inggrisan.
Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, selain Asrama Inggrisan, Kementerian PUPR akan memugar Pasar Banyuwangi yang juga merupakan bangunan bersejarah.
”Anggarannya sudah disiapkan, pelaksanaannya tahun depan. Insya Allah lancar, mohon doa dan dukungan masyarakat,” ujarnya. (tar/sgt)
Editor : Ali Sodiqin