SRONO, Jawa Pos Radar Genteng – Menjelang musim tanam padi, petani di Dusun Krajan, Desa Kebaman, Kecamatan Srono mulai membajak sawahnya, Kamis (10/8). Namun, tidak semua petani memiliki traktor. Mereka membajak sawah dengan menyewa pada pemilik traktor.
Ini membawa berkah tersendiri bagi warga yang memiliki traktor untuk disewakan kepada petani. “Sejak dua hari lalu, mulai banyak petani yang minta dibantu membajak sawah,” ujar Sumardi, 57, warga Dusun Krajan, Desa Kebaman, Kecamatan Srono.
Setiap masuk musim tanam, jasa yang ditawarkan Sumardi selalu ramai. Dia bahkan mengaku kewalahan karena tenaga kerja untuk membajak dilakukan oleh satu orang saja. “Biasanya janjian dulu untuk j membajaknya,” cetusnya.
Dalam sehari, Sumardi bisa membajak antara seperempat hingga dua hektar sawah milik petani di sekitar rumahnya. “Untuk tiap seperempat hektarnya, bayarnya sekitar Rp 400 ribu,” ungkapnya.
Di dusunnya, Sumardi ada 15 hektare lahan sawah. Setiap akan masuk musim tanam, mulai pagi hingga siang sibuk mengerjakan sawah milik tetangga. “Kerja setengah hari saja sudah bisa menyelesaikan satu hektare,” terangnya.
Petani yang memanfaatkan jasa bajak milik Sumardi, biasanya membayar saat pekerjaan sudah selesai. “Tapi jika belum ada rezeki, bisa dibayar nanti setelah padinya panen,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Memasuki pekan kedua Agustus, ketersediaan air di kampungnya masih melimpah. Karena itu, banyak petani mulai berebut minta sawahnya segera dibajak. “Biasanya petani rebutan karena khawatir tidak kebagian air atau sawahnya segera kering, karena hujan juga sudah lama tidak turun,” pungkasnya.(gas/abi)
Editor : Agus Baihaqi