RADAR BANYUWANGI – Guna mewujudkan ruang publik yang nyaman dan memiliki fungsi yang maksimal, Pemkab Banyuwangi merevitalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Blambangan.
Revitalisasi alun-alun kabupaten ujung timur pulau Jawa ini langsung ditangani oleh tiga arsitek nasional, Mereka adalah Gregorius Supie Yolodi, Yori Antar, dan Adi Purnomo. Mereka didapuk untuk mendesain ulang taman pusat kota kebanggaan masyarakat Banyuwangi tersebut.
Pemkab Banyuwangi menggandeng tiga arsitek karena Taman Blambangan mempunyai tempat terbatas. Sehingga, butuh desain yang tepat agar semua fungsi terakomodasi namun tetap dapat menonjolkan karakteristik lokal.
Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum (DPU)-CKPP Banyuwangi Bayu Hadiyanto mengatakan, Adi Purnomo (Mamok) merupakan salah satu arsitek RTH Taman Blambangan. Adi sendiri telah beberapa kali memberikan sumbangsih karya arsitektur di Banyuwangi. Di antaranya Pendapa Sabha Swagata Blambangan dan Gedung Juang 45 Banyuwangi.
Bayu menyebut, keberadaan Taman Blambangan menjadi generator bagi pengembangan kawasan di sekitarnya. Mulai dari pendapa, Pasar Banyuwangi, hingga Pantai Marina Boom Banyuwangi. ”Fungsi yang dioptimalkan di RTH Blambangan adalah fungsi edukasi dan ekshibisi. Selain itu, RTH Blambangan juga didesain untuk bisa mengakomodasi banyaknya festival yang digelar oleh Banyuwangi,” pungkasnya. (ddy/bay/c1)