Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hadapi Musim Tanam Kedua, Pemkab Situbondo Siapkan 8 Ribu Ton Pupuk Urea Bersubsidi

Muhammad Khoirul Rizal • Sabtu, 13 Mei 2023 | 21:31 WIB
BONGKAR MUAT: Sejumlah pekerja memindahkan pupuk subsidi dari truk besar ke truk kecil di area gudang pupuk GPP Situbondo, Jumat (12/5). (Iwan Feriyanto/Radar Situbondo)
BONGKAR MUAT: Sejumlah pekerja memindahkan pupuk subsidi dari truk besar ke truk kecil di area gudang pupuk GPP Situbondo, Jumat (12/5). (Iwan Feriyanto/Radar Situbondo)

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Ketersediaan pupuk subsidi jenis urea diprediksi cukup untuk memenuhi kebutuhan petani Situbondo pada masa tanam kedua sejak Mei hingga Agustus 2023. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Pemkab Situbondo sudah menyediakan sekitar delapan ribu ton pupuk urea.

Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian M. Zaini menjelaskan, pupuk subsidi saat ini sudah tersimpan di gudang penyimpanan khusus di Desa Kalibagor, Kecamatan Kota. Pupuk tersebut siap disalurkan kepada agen dan kios-kios.

”Untuk kebutuhan pupuk subsidi urea pada masa tanam kedua ini petani tidak perlu khawatir stoknya kosong. Karena kami sudah mengecek di gudang penyimpanan pupuk itu barangnya sudah ada. Jumlahnya sebanyak 8.575 ton,” ujar Zaini, Jumat (12/5).

Zaini mengatakan, jumlah tersebut disediakan Pemkab untuk kebutuhan masa tanam selama empat bulan ke depan. Dalam satu bulan rata-rata penyalurannya sebanyak dua ribu ton. ”Dari 8.575 ton dibagi empat. Maka setiap bulan ada 2.145 ton pupuk urea subsidi. Untuk pupuk NPK yang ada saat ini jumlahnya sebanyak 628 ton,” jelasnya.

Zaini menyebut, penyaluran pupuk subsidi mulai dilaksanakan sejak awal bulan ini. Namun, masih ada beberapa kios yang belum juga melakukan penebusan kepada pihak distributor. Sehingga, stok pupuk masih banyak. ”Data per hari ini, pupuk subsidi yang belum ditebus oleh kios jumlah sebanyak 1.815 ton. Masih sebagian kecil kios yang menyerap pupuk tersebut,” ungkapnya.

Zaini berharap, kios segera menebus pupuk subsidi yang sudah tersimpan di gudang. Sehingga, petani tidak kesulitan untuk mendapat pupuk. ”Meski stok pupuknya ada di gudang, tapi kios tidak melakukan penebusan. Maka, petani masih belum bisa dapat pupuk. Jadi, kami berharap kios segera menebus agar bisa cepat diterima petani,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Gudang GPP Situbondo Fauzi mengatakan, penyaluran pupuk subsidi hampir rutin setiap hari. Namun, jumlahnya masih minim. Sedangkan penyaluran yang paling banyak terjadi pada saat musim tanam. ”Stok di gudang kalau sudah musim tanam sedikit. Karena banyak kios yang butuh sehingga kami salurkan sesuai dengan kebutuhan kios tersebut,” jelasnya.

Pada musim panen, pihaknya fokus pada penyediaan tempat penyimpanan pupuk. Sebab, saat momen tersebut, stok pupuk subsidi diperlukan dengan jumlah yang besar. ”Kalau daya tampung gudang ini sekitar empat hingga lima ribu ton. Jadi ini hampir penuh ditempati pupuk subsidi,” pungkas Fauzi. (wan/pri/c1)

Editor : Muhammad Khoirul Rizal
#padi #pangan #pupuk subsidi #pertanian