BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kolam renang di Perumahan Mendut Regency Banyuwangi beralih fungsi karena dampak pandemi Covid-19. Kini kolam tersebut menjadi tempat budi daya ikan lina merah
Ada dua kolam renang yang digunakan sebagai kolam ikan, yakni kolam anak dan kolam dewasa. Untuk kolam dewasa seluas 25 meter x 10 meter, diisi sekitar 100 ekor ikan. Sementara kolam anak seluas 10 meter x 10 meter juga diberi benih ikan. ”Kita beri ikan sejak awal pandemi Covid-19,” ujar Manager Mendut Sport Center (MSC) Bedjo Wiyono kemarin (19/8)
Bedjo mengatakan, penutupan kolam dilakukan karena mengikuti aturan selama pandemi Covid-19. Sehingga, selama masa pandemi ini kolam memang tidak difungsikan. ”Sebenarnya memang tidak secara sengaja, kita iseng awalnya untuk menaruh ikan ke kolam renang. Agar tidak ada jentik-jentik nyamuk bersarang,” katanya.
Namun, jelas Bedjo, lama-kelamaan ikan tersebut terus berkembang biak. Sehingga, saat ini ada cukup banyak ikan lina merah yang sudah berukuran besar. ”Tidak kita jual ikannya. Hanya kita buat untuk para karyawan sendiri, ketika para karyawan ingin memancing dan mengambil ikan tersebut,” terangnya.
Selama pandemi Covid-19, masih kata Bedjo, omzet kolam renang menurun drastis. Bahkan, bisa dibilang merugi karena tidak ada pemasukan sama sekali. ”Sebelum pandemi kita bisa mencapai Rp 25 juta per bulan, tapi saat ini kita tidak ada pemasukan sama sekali. Bahkan, banyak merumahkan para karyawan,” ungkapnya.
Bedjo bercerita sebelum pandemi setidaknya ada 50 karyawan. Namun, setelah dihantam pandemi hingga saat ini hanya tersisa tujuh orang karyawan saja yang dipekerjakan. ”Hampir semua terdampak pandemi. Banyak yang merumahkan para pekerja karena juga terkendala dalam upah para pekerja,” jelasnya.
Bedjo berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Sehingga, para pelaku usaha bisa kembali pulih dan perekonomian di Banyuwangi kembali bangkit. ”Semoga saja pandemi Covid-19 segera berakhir agar para pelaku usaha seperti tempat wisata ini bisa kembali bekerja,” harapnya.
Editor : Rahman Bayu Saksono