Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pegadaian Genteng Lelang Barang Nasabah

Ali Sodiqin • Senin, 19 April 2021 | 01:00 WIB
pegadaian-genteng-lelang-barang-nasabah
pegadaian-genteng-lelang-barang-nasabah


RadarBanyuwangi.id – Masa pandemi Covid-19, ternyata membuat ekonomi masyarakat di wilayah Banyuwangi sangat terpuruk. Ratusan warga yang menggadaikan barangnya di kantor Pegadaian Cabang Genteng, banyak yang tidak mampu membayar angsuran.



Akibatnya, barang yang digadaikan seperti perhiasan itu, terpaksa oleh pihak Pegadaian harus dilelang karena telah jatuh tempo. Tidak tanggung-tanggung, nilai barang milik nasabah yang dilelang itu jumlahnya sekitari Rp 2 miliar. “Ratusan nasabah yang melepaskan jaminannya,” terang Kepala Pegadaian Cabang Genteng, Muh. Rasyidin.



Para nasabah yang melepaskan jaminannya itu, terang dia, tidak bisa memenuhi kewajiban pembayaran atas barang yang mereka gadaikan. “Saya tidak menyebut pastinya, tapi jumlahnya banyak dan ada ratusan orang,” jelasnya seraya menyebut nilainya mencapai miliaran rupiah.



Menurut Rasyidin, ada banyak faktor para nasabah itu tidak mengurus jaminannya. Mulai dari dampak pandemi yang merusak perekonomian, hingga penyebab khusus seperti penurunan harga emas. Sehingga, mereka memilih membiarkan jaminannya itu dilelang. “Masa pandemi ini membuat ekonomi terpuruk,” katanya.



Barang jaminan milik para nasabah itu, dilepas ke masyarakat umum melalui bazar. Harga yang disertakan mulai dari yang kecil hingga puluhan juta rupiah. Barang jaminan yang dilelang itu hamper semua berupa perhiasan, seperti gelang, cincin, anting, kalung, dan liontin. “Setiap hari perhiasan itu kita bazarkan,” terangnya.



Sebelum barang jaminan itu dilelang, masih kata dia, pihaknya sudah melakukan berbagai mekanisme agar nasabah bisa memenuhi kewajibannya. Itu seperti restrukturisasi untuk yang terdampak Covid-19. Tapi, para nasabah tetap tidak memenuhi kewajibannya. “Sudah kita hubungi berkali-kali tidak  direspon,” jelasnya.



Di sisi lain, masih kata dia, di awal Ramadan ini animo masyarakat datang ke Pegadaian juga meningkat untuk menggadaikan perhiasannya. Tapi mendekati Lebaran, para nasabah itu kembali datang untuk menebus lagi. “Nanti habis Lebaran perhiasannya digadaikan lagi,” katanya.



Di antara nasabah yang datang ke kantornya itu, masih kata dia, juga ada yang membeli emas batangan melalui pegadaian. Mereka biasanya membeli dengan cara mengangsur. Berat yang dibeli beragam, mulai dari lima  gram hingga 100 gram. “Kelompok yang memesan emas juga ada, jumlahnya sekitar lima persen,” terangnya.(sli/abi)


Editor : Ali Sodiqin
#pandemi #pegadaian