GENTENG – Tas belanja berbahan dasar plastik, kini semakin diburu pembeli. Tas yang dianyam dengan tangan itu, dianggap lebih kuat dibandingkan dengan tas yang berbahan kulit buatan pabrikan.
Penjual tas plastik, Mariatun, 58, warga Dusun Krajan I, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, mengaku banyak ibu-ibu yang memesan tas untuk dibagikan kepada tetangganya. Biasanya, mereka memesan ukuran kecil. “Dibagikan saat arisan atau pengajian, yang dipesan ukuran kecil dan sedang dengan beli mulai 100 hingga 200 tas,” ungkapnya.
Selain murah, terang dia, tas plastik itu juga awet dan multifungsi. Tas yang dijual itu, hasil kerajinan tangan dari home industri di beberapa desa yang ada di wilayah Kecamatan Genteng. Untuk tas berukuran kecil, biasanya dijual dengan harga Rp 9000. Sedangkan untuk ukuran sedang, dijual dengan harga Rp 25 ribu. “Kalau yang ukuran besar dijual Rp 45 ribu,” katanya.
Tas plastik yang dijual itu, lanjut dia, berbagai model, warna, dan ukuran. Biasanya, tas ini digunakan untuk belanja di pasar. “Penggunaan tas ini lebih menghemat penggunaan tas kresek, serta ramah lingkungan,” ucapnya.
Dalam sehari, dia biasanya bisa menjual sedikitnya 20 tas berbagai ukuran. Untuk satu tas yang terjual, Mariatun mendapatkan keuntungan Rp 2.000. Jika ada pembeli memesan hingga ratusan tas, hanya mendapatkan keuntungan Rp 1.000 per tas. “Tergantung orderan, jika banyak hasilnya lumayan juga,” ungkapnya.
Editor : Rahman Bayu Saksono