Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Warung Makan dan Restoran Diminta Tutup di Siang Hari Bulan Puasa

AF Ichsan Rasyid • Rabu, 25 April 2018 | 22:10 WIB
warung-makan-dan-restoran-diminta-tutup-di-siang-hari-bulan-puasa
warung-makan-dan-restoran-diminta-tutup-di-siang-hari-bulan-puasa

SITUBONDO – Menjelang datangnya Bulan Ramadan, DPRD Situbondo berharap kepada pemilik warung makan maupun restoran untuk tidak buka di siang hari. Jikapun tetap buka, diimbau agar lebih tertutup.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Situbondo, Zeiniye mengatakan, jika terlalu terbuka saat melayani konsumen, akan mengganggu masyarakat yang sedang menjalani ibadah puasa. “Seyogyanya tidak buka secara terbuka di siang hari, kecuali menjelang buka puasa,” ujarnya.

Kata dia, pada bulan puasa tahun-tahun sebelumnya, banyak warung makan yang buka di siang hari. Sayangnya, tidak sedikit yang buka secara terang-terangan. “Inikan tidak menghormati orang yang sedang berpuasa,” ujar Zeiniye.

Zeiniye menambahkan, ada beberapa hal yang juga perlu menjadi perhatian pengusaha. Seperti busana para pekerja perempun, baik di instansi pemerintah maupun instansi swasta. “Bagaimana bisa menyesuaikan dengan mengenakan hijab bagi yang beragama Islam. Ini juga untuk menghormati Bulan Suci Ramadan,” harapnya.

Sedangkan bagi pegawai atau karyawan pria, tetap diberikan waktu untuk menunaikan salat Jum'at. Karena itu, Zeiniye berharap kepada semua perusahaan swasta , pertokoan, khusus pada Hari Jum'at agar menyediakan waktu cukup kepada pekerja untuk menunaikan salat Jum'at.

“Misalnya ada pergantian shift. Pagi hari sampai siang untuk pekerja perempuan, dan siang sampai malam untuk pekerja laki-laki,” usul Zeiniye.

Kata Zeiniye, fasilitas salat juga perlu menjadi perhatian di semua tempat layanan umum. Dia berharap agar disediakan fasilitas yang layak dan memadai. Menurutt Zeiniye, untuk mewujudkan hal ini memang tidak mudah. Butuh komitmen bersama. Seperti pemerintah, pengusaha, serta tokoh masyarakat.

“Oleh karena itu, kami selaku pimpinan DPRD memandang perlu untuk duduk bersama, menyamakan persepsi sehingga situasi Ramadan yang nyaman dengan tetap menghargai masyarakat yang beragama lain tetap tercipta,” pungkasnya. (bib)

Editor : AF Ichsan Rasyid
#warung makan #puasa #ramadan