Dari nira kelapa, berguna untuk berbagai keperluan. Terutama untuk membuat gula.
Gula kelapa dianggap punya nilai plus ketimbang gula putih. Gula kelapa beraroma lebih sedap, dan menjadi pilihan untuk membuat hidangan tertentu.
Menggunakan gula kelapa, hidangan tradisional itu menjadi lebih lezat.
Nira sendiri, diperoleh dari tandan bunga, sehingga bila kelapa menghasilkan nira, dia tidak lagi berbuah.
Karena itu, pembuatan gula kelapa kerap dikaitkan dengan upaya untuk meningkatkan pendapatan pemilik kebun kelapa.
Lalu seperti apa cara pembuatan gula kelapa? Proses pembuatan gula kelapa diawali dengan proses pengambilan nira kelapa.
Penyadapan ini biasanya dilakukan pagi sebelum pukul 08.00 dan sore setelah pukul 16.00.
“Nira yang baik dengan ciri-ciri masih segar, rasa manis, aromanya harum, dan bening atau tidak berwarna,” kata Wagianto, 46 penderes kelapa asal Dusun Krajan, Desa / Kecamatan Sempu, Banyuwangi.
Setelah nira selesai disadap dan dibawa pulang, proses selanjutnya adalah pengolahan nira menjadi gula kelapa dengan cara dimasak.
Nira yang telah diperoleh disaring, selanjutnya dimasukkan ke dalam kuali besar dan dimasak dengan panas yang konstan menggunakan bahan bakar dari kayu.
Nira yang telah mengental kemudian diaduk cepat dengan arah memutar, dan jika telah mengental dan berwarna kemerahan dituang ke dalam cetakan hingga cairannya sudah padat.
“Biasanya sampai benar-benar padat, menghabiskan waktu sekitar 10 menit,” ujar Wagianto.
Sementara itu, untuk harga jual gula kelapa di tingkat perajin, Wagianto menyebut lumayan menguntungkan.
Saat ini harganya sekitar Rp 12 ribu sampai Rp 13 ribu. “Ini mulai naik lagi, sebelumnya hanya Rp 11 ribu,” tuturnya. (sas/bay)
Editor : Niklaas Andries