RadarBanyuwangi.id - Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) dikenal sebagai jenis jahe dengan nilai ekonomi tertinggi di Indonesia.
Dengan kandungan minyak atsiri yang tinggi dan rasa pedas yang kuat, jahe merah menjadi pilihan utama dalam industri obat herbal dan minuman kesehatan. Permintaan yang tinggi, ditambah dengan produksi yang terbatas, menjadikan harga jahe merah melambung di pasaran.
Ciri Khas Jahe Merah
Jahe merah memiliki ukuran rimpang yang lebih kecil dibandingkan jenis jahe lainnya, dengan kulit berwarna merah dan serat yang kasar.
Kandungan minyak atsiri yang tinggi memberikan aroma yang kuat dan rasa pedas yang khas. Sifat ini membuatnya sangat diminati dalam pengobatan tradisional dan sebagai bahan dasar minuman kesehatan.
Harga Jahe Merah di Pasaran
Harga jahe merah bervariasi tergantung pada kualitas dan lokasi penjualan. Di platform e-commerce seperti Blibli, produk olahan jahe merah dijual dengan harga mulai dari Rp9.000 hingga Rp79.380 per kemasan, tergantung pada merek dan kemasan .
Namun, harga jahe merah segar di pasaran tradisional dapat mencapai Rp90.000 per kilogram, dan bahkan lebih tinggi saat permintaan meningkat.
Faktor Penyebab Harga Tinggi
Beberapa faktor yang menyebabkan harga jahe merah tinggi antara lain:
- Permintaan Tinggi: Jahe merah banyak digunakan dalam industri obat herbal dan minuman kesehatan, sehingga permintaannya tinggi.
- Produksi Terbatas: Jahe merah merupakan tanaman musiman dengan waktu panen yang lebih lama dan hasil panen yang tidak terlalu banyak.
- Manfaat Kesehatan: Kandungan gingerol dan minyak atsiri dalam jahe merah dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi.
Potensi Budidaya Jahe Merah
Melihat tingginya permintaan dan harga jual yang menguntungkan, budidaya jahe merah menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
Dengan perawatan yang tepat dan pemilihan varietas unggul, petani dapat memperoleh hasil panen yang berkualitas dan meningkatkan pendapatan. (*)
Editor : Ali Sodiqin