RADARBANYUWANGI.ID – Banyak cara yang dilakukan warga untuk meningkatkan pendapatan. Seperti dilakoni sekelompok orang yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tanaman Hias Banyuwangi (APTHB).
Saat kios tanaman hias sepi pembeli, mereka melebarkan sayap dengan cara berjualan secara daring (online).
Sejumlah anggota APTHB berjualan di kios-kios yang berlokasi di kompleks Terminal Pariwisata Terpadu, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, sejak Oktober 2024 lalu. Namun, akhir-akhir ini kios-kios tersebut relatif sepi pembeli.
Berbagai upaya pun terus diusahakan oleh para penjual tanaman hias tersebut. Salah satunya Astuti. Dia mengaku tidak hanya berjualan secara luring, tetapi juga secara daring.
”Akhir-akhir ini sedikit sekali pembeli yang datang langsung ke kios. Untuk menyiasatinya saya juga berjualan secara online. Tetapi tentu dengan tetap menjaga kualitas barang dengan harga bersaing,” ujarnya.
Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut, dalam sehari rata-rata Astuti mampu menjual dua sampai empat tanaman hias.
”Kalau hanya menunggu di kios, belum tentu setiap hari ada pembeli yang datang,” ucapnya.
Penjual tanaman hias yang lain, Amin menambahkan, tanaman hias sempat booming pada masa pandemi Covid-19 lalu. Namun, belakangan minat masyarakat terhadap tanaman cenderung turun.
Omzet rata-rata penjual tanaman hias di kawasan Terminal Pariwisata Terpadu tersebut sebesar Rp 1 juta sampai 3 juta per bulan.
Karena hasil berjualan relatif kecil, seumlah penjual mengaku terpaksa melakukan pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
”Saya sendiri memilih mencari batu hias di Pantai Sobo. Batu hias tersebut biasanya dimanfaatkan oleh pembeli untuk menghias akuarium,” pungkas Amin. (cw6/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin