Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

PT Blue Ocean Food Indonesia (BOFI) Ekspor Produk Ikan Kaleng ke Malabo Pasca Pemberian Status Kawasan Berikat  

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 1 Mei 2025 | 15:43 WIB

 

SIMBOLIS: Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II, Agus Sudarmadi (tiga dari kiri), Direktur Marketing PT BOFI Aang Kurniawan (Kemeja merah maroon), Direktur Operasional Mahfudi (baju batik)
SIMBOLIS: Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II, Agus Sudarmadi (tiga dari kiri), Direktur Marketing PT BOFI Aang Kurniawan (Kemeja merah maroon), Direktur Operasional Mahfudi (baju batik)

Radarbanyuwangi.id - Perusahaan pengalengan ikan PT Blue Ocean Food Indonesia (BOFI) mengekspor ikan hasil olahan usai mendapat status Kawasan Berikat dari Direktorat Bea dan Cukai Jatim II, Rabu (30/4).

Pelepasan ekspor ikan olahan dengan tujuan Malabo, di Guinea Khatulistiwa itu, dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur II, Agus Sudarmadi di pabrik PT Bofi di Dusun Sampangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.

Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II, Agus Sudarmadi dalam pelepasan ekspor itu mengatakan, PT BOFI menjadi salah satu yang mendapat keistimewaan setelah pemberian status Kawasan Berikat sejak Januari 2025 lalu.

“Dengan status ini, banyak cost-cost yang bisa dipotong, sehingga competitiveness (daya saing) bisa meningkat,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Agus berharap, dengan fasilitas yang ada pasca pemberian status Kawasan Berikat ke PT BOFI itu, akan memunculkan positif dalam laju pemasaran hasil produksi ke luar negeri.

Privilege-nya bea masuk dibebaskan, kalau ada barang masuk ke sini beberapa larangan atau pembatasan tidak diberlakukan. Karena (dalam praktiknya) barang yang masuk itu hanya diolah, lalu diekspor kembali,” terangnya.

APRESIASI: Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II Agus Sudarmadi (tengah) menerima cendera mata dari Direktur Operasional PT BOFI Mahfudi (kiri) didampingi Direktur Marketing Aang Kurniawan Rabu (30/4)
APRESIASI: Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II Agus Sudarmadi (tengah) menerima cendera mata dari Direktur Operasional PT BOFI Mahfudi (kiri) didampingi Direktur Marketing Aang Kurniawan Rabu (30/4)

Dengan banyak kemudahan tersebut, Agus menyampaikan roda ekonomi di sekitar PT BOFI akan bergerak. Itu dengan meningkatnya jumlah produksi yang berkaitan dengan terbukanya lapangan pekerjaan.

“Harapannya tenaga kerja ada, kemudian ekonomi tumbuh dan akan munculnya potensi-potensi perpajakan,” ucapnya seraya menyebut ada beberapa negara yang hanya menerima barang ekspor dari negara yang sudah mendapat status Kawasan Berikat.

Owner PT BOFI, Ahmaad Musyafak melalui Direktur Marketing, Anang Kurniawan mengatakan pemberian status tersebut berdampak manis bagi pabriknya.

“Setelah pemberian status Kawasan Berikat ini, kita secara kapasitas produksi akan meningkat empat kali lipat dari biasanya,” katanya.

Sebagai contoh, jelas dia, ekspor empat kontainer olahan ikan ke salah satu negara di Afrika Tengah itu senilai 210.000 USD atau senilai Rp 3.5 miliar. Jumlah tersebut bisa naik berkali-kali lipat pada Juni mendatang.

PROSESI: Direktur Marketing PT BOFI Aang Kurniawan memberikan sambutan saat pelepasan ekspor ikan hasil olahan ke Malabo, Guinea Khatulistiwa setelah mendapat status  Kawasan Berikat Rabu (30/4)
PROSESI: Direktur Marketing PT BOFI Aang Kurniawan memberikan sambutan saat pelepasan ekspor ikan hasil olahan ke Malabo, Guinea Khatulistiwa setelah mendapat status Kawasan Berikat Rabu (30/4)

“Jika dalam sehari kami hanya bisa produksi 25 ton material ikan, setelah ini bisa meningkat jadi 100 ton per hari,” ungkapnya seraya menyebut PT BOFI tengah melakukan pengadaan mesin guna mendukung itu.(sas/abi)

 

Editor : Niklaas Andries
#kawasan berikat #ikan #Eskpor #blue ocean #indonesia #bea cukai #food #hasil olahan kalkun #muncar