Radarbanyuwangi.id - Perusahaan pengalengan ikan PT Blue Ocean Food Indonesia (BOFI) mengekspor ikan hasil olahan usai mendapat status Kawasan Berikat dari Direktorat Bea dan Cukai Jatim II, Rabu (30/4).
Pelepasan ekspor ikan olahan dengan tujuan Malabo, di Guinea Khatulistiwa itu, dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur II, Agus Sudarmadi di pabrik PT Bofi di Dusun Sampangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.
Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II, Agus Sudarmadi dalam pelepasan ekspor itu mengatakan, PT BOFI menjadi salah satu yang mendapat keistimewaan setelah pemberian status Kawasan Berikat sejak Januari 2025 lalu.
“Dengan status ini, banyak cost-cost yang bisa dipotong, sehingga competitiveness (daya saing) bisa meningkat,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Agus berharap, dengan fasilitas yang ada pasca pemberian status Kawasan Berikat ke PT BOFI itu, akan memunculkan positif dalam laju pemasaran hasil produksi ke luar negeri.
“Privilege-nya bea masuk dibebaskan, kalau ada barang masuk ke sini beberapa larangan atau pembatasan tidak diberlakukan. Karena (dalam praktiknya) barang yang masuk itu hanya diolah, lalu diekspor kembali,” terangnya.
Dengan banyak kemudahan tersebut, Agus menyampaikan roda ekonomi di sekitar PT BOFI akan bergerak. Itu dengan meningkatnya jumlah produksi yang berkaitan dengan terbukanya lapangan pekerjaan.
“Harapannya tenaga kerja ada, kemudian ekonomi tumbuh dan akan munculnya potensi-potensi perpajakan,” ucapnya seraya menyebut ada beberapa negara yang hanya menerima barang ekspor dari negara yang sudah mendapat status Kawasan Berikat.
Owner PT BOFI, Ahmaad Musyafak melalui Direktur Marketing, Anang Kurniawan mengatakan pemberian status tersebut berdampak manis bagi pabriknya.
“Setelah pemberian status Kawasan Berikat ini, kita secara kapasitas produksi akan meningkat empat kali lipat dari biasanya,” katanya.
Sebagai contoh, jelas dia, ekspor empat kontainer olahan ikan ke salah satu negara di Afrika Tengah itu senilai 210.000 USD atau senilai Rp 3.5 miliar. Jumlah tersebut bisa naik berkali-kali lipat pada Juni mendatang.
“Jika dalam sehari kami hanya bisa produksi 25 ton material ikan, setelah ini bisa meningkat jadi 100 ton per hari,” ungkapnya seraya menyebut PT BOFI tengah melakukan pengadaan mesin guna mendukung itu.(sas/abi)
Editor : Niklaas Andries