Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pupuk Kaltim Perkuat Sinergi dengan Bulog dan Petani Bangil Lewat Program Agrosolution

Redaksi • Rabu, 30 April 2025 | 01:02 WIB
Pupuk Kaltim bersinergi dengan Perum Bulog dan petani di Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pupuk Kaltim bersinergi dengan Perum Bulog dan petani di Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

RadarBanyuwangi.id – Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan produktivitas pertanian, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) resmi menjalin sinergi dengan Perum Bulog dan para petani Bangil melalui Program Project Agrosolution. 

Program ini ditandai dengan pelaksanaan panen raya padi di lahan milik petani Budi Sucipto, berlokasi di Desa Tambakan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

VP Pengelolaan Pelanggan Pupuk Kaltim, Atik Dwi Purwandari, menegaskan bahwa Project Agrosolution merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam mendukung sektor pertanian secara berkelanjutan. 

Program ini dirancang untuk memberikan akses menyeluruh bagi petani dari hulu ke hilir, mulai dari permodalan, bibit unggul, pupuk berkualitas, asuransi pertanian, hingga kepastian pasar melalui off-taker resmi.

“Melalui dukungan penuh program Agrosolution, hasil panen petani meningkat dari 7,5 ton menjadi 8,5 ton per hektar. Ini adalah langkah konkret kami untuk mendukung swasembada pangan nasional,” ungkap Atik.

Program ini melibatkan 177 petani di wilayah Bangil dengan total lahan pertanian mencapai 200 hektar. Para petani mendapatkan pendampingan intensif, termasuk dalam pengolahan lahan, penanganan hama, dan pemanfaatan teknologi pertanian modern. 

Kolaborasi ini juga diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Pupuk Kaltim, Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, dan Perum Bulog.

“Sinergi ini tidak hanya berlaku pada komoditas padi, namun akan dikembangkan ke komoditas strategis lain seperti kopi,” tambah Atik.

Panen raya yang digelar turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bulog sebagai off-taker utama. 

Proses panen hingga distribusi ke gudang Bulog dilakukan sesuai standar, dengan jaminan harga berdasarkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

Pemimpin Cabang Bulog Malang, Nurjuliansyah Rachman, menyebutkan bahwa hingga saat ini Bulog telah menyerap 48.204 ton gabah di wilayah Malang Raya, atau sekitar 40% dari target nasional.

“Bulog siap mendukung swasembada pangan, dan memastikan petani mendapat harga jual yang layak. Tidak ada ketahanan pangan tanpa kesejahteraan petani,” tegasnya.

Budi Sucipto, salah satu petani penerima manfaat program, menyampaikan rasa terima kasih atas pembinaan dan dukungan Pupuk Kaltim yang telah memberikan perubahan signifikan bagi produktivitas dan kesejahteraan petani di Desa Tambakan.

“Kami merasakan manfaat luar biasa, mulai dari peningkatan hasil panen hingga kemudahan akses ke pasar dan permodalan,” ujarnya.

Petani juga mendapatkan pendampingan akademik dari Universitas Brawijaya sepanjang musim tanam. Program ini selaras dengan berbagai program nasional seperti Gerakan Menanam Indonesia (Germina), Makan Bergizi Gratis, dan Koperasi Merah Putih.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Rachmat Ismahari, mengapresiasi kontribusi nyata seluruh pihak yang terlibat. 

Ia menilai Bangil telah menjadi contoh keberhasilan pengelolaan pertanian berbasis sinergi dan teknologi.

“Kami berharap petani segera melakukan penanaman kembali agar produktivitas berkelanjutan. Agrosolution telah membuktikan bahwa petani bisa tersenyum dan sejahtera,” tuturnya. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#pupuk kaltim #Program Project Agrosolution #pasuruan #perum bulog #jawa timur #bangil