RADARBANYUWANGI.iD - Mungkin belum banyak warga di Situbondo yang tahu jika menanam pohon kelor dapat memberikan keuntungan secara ekonomi.
Bukan hanya karena jika mau membuat sayur bening tidak perlu membeli, tapi karena daunnya bisa dijual, baik dalam keadaan masih basah atau kering.
Warga yang sudah merasakan nilai ekonomis daun kelor salah satunya adalah Riri, 60, warga Desa Belibis, Kecamatan Panji, Situbondo.
Baginya daun kelor sangat membantu meningkatkan penghasilan keluarganya. Daun kelor yang selama ini hanya dikenal untuk sayuran, ternyata memiliki nilai jual lumayan mahal.
Untuk daun yang sudah kering harganya Rp 20 ribu perkilogram. Dan, Rp 4 ribu perkilogram untuk yang masih segar.
Riri mengakui jika saat ini masih banyak orang tidak tahu tentang manfaat daun kelor.
“Namun di daerah saya sudah banyak yang mencari daun kelor karena dapat menjadi sumber penghasilan tambahan,” paparnya, Selasa (22/4).
Dia mengakui, memang tidak banyak yang tahu daun kelor tersebut nantinya akan diproses sebagai apa. Namun, sebagian memberikan kabar jika akan dijadikan bahan membuat jamu.
“Lumayan buat saya bisa menambah penghasilan belanja. Saya mencari dan menjual daun ini selama kurang lebih satu tahunan," imbuhnya
Bagi Riri, tidak sulit untuk mencari daun kelor. Karena mudah dijumpai di pekerangan warga. Saat di tanam pun mudah tumbuh di mana saja. di Kabupaten Situbondo, hampir ada di setiap halaman rumah warga.
"Untuk saat ini saya mencari di sini karena masih gampang dan jarang yang mengambil, kalau di area sini stok habis saya mencari ke luar daerah, di desa lain, dan tempat-tempat yang sekiranya banyak ditumbuhi pohon itu," imbuhnya.
Riri menambahkan, dirinya telah menjual puluhan kilogram daun kelor karena banyaknya permintaan pengepul.
Bahkan, dia berani menebus pohon kelor yang tumbuh di halaman rumah warga maupun di ladang milik orang dengan harga yang disepakati. Atau, terkadang dengan menggantinya dengan satu pak rokok.
"Saya harus izin ke pemilik ladang atau kebun, dan saya bisa membeli untuk di ambil daunnya, kalau permintaan yang punya ladang mau menjual, ya saya harus beli. Tapi kebanyakan tidak mau diberi uang, ya saya ganti saja dengan satu pack rokok," tutupnya sambil menjemur daun kelor. (Mohammad Rifa’i/pri)
Editor : Ali Sodiqin