RadarBanyuwangi.id - Permintaan tahu Wongsorejo melonjak tajam selama bulan Ramadan hingga tujuh hari setelah Idul Fitri.
Salah satu penjual tahu asal Kalipuro, Mulyadi, mengaku bisa menjual hingga 3.000 potong tahu setiap harinya dalam periode tersebut.
Menurut Mulyadi, rasa khas dan tekstur yang kenyal serta gurih menjadi keunggulan utama tahu Wongsorejo dibandingkan tahu biasa.
"Tahu Wongsorejo punya cita rasa yang berbeda. Gurih dan kenyal, itulah yang bikin banyak orang mencarinya, apalagi saat Lebaran," ujarnya.
Lonjakan permintaan terutama terjadi saat sahur dan berbuka puasa, serta menjelang Hari Raya. Banyak masyarakat yang ingin menyajikan menu spesial dan memilih tahu Wongsorejo sebagai lauk pendamping makanan utama.
"Selama Ramadan dan Lebaran, tahu ini jadi favorit. Permintaan bisa sampai 3.000 potong per hari. Masyarakat sudah tahu kelezatannya," ungkap Mulyadi yang berjualan di utara Madrasah Ibtidaiyah Kalipuro.
Sebagai produsen tahu berpengalaman, Mulyadi mengaku harus meningkatkan produksi dan bekerja lebih keras demi memenuhi permintaan konsumen yang datang dari berbagai wilayah.
“Kami benar-benar menjaga kualitas tahu, meski produksinya ditingkatkan. Apalagi menjelang Lebaran, harus siap melayani pembeli dalam jumlah besar,” jelasnya.
Popularitas tahu Wongsorejo yang terus meningkat membuktikan bahwa produk lokal ini telah menjadi pilihan utama masyarakat Kalipuro dan sekitarnya, tidak hanya saat Ramadan tetapi juga di berbagai momen istimewa.
Jika ingin memesan tahu Wongsorejo ini bisa menghubungi Mulyadi melalui nomor WhatsApp 087867775888. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi