RadarBanyuwangi.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 8 Surabaya berperan penting dalam memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2025, tidak hanya dengan layanan transportasi penumpang, tetapi juga dalam distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Sebagai tulang punggung logistik nasional, KAI menjamin distribusi BBM berjalan lancar demi mendukung mobilitas masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi selama musim mudik.
"Selain memastikan perjalanan kereta api bagi pemudik, kami juga berkontribusi dalam pendistribusian BBM agar pasokan tetap stabil selama periode Lebaran," ujar Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, Selasa (25/3).
KAI Daop 8 Surabaya bekerja sama dengan Pertamina untuk mengoperasikan lima perjalanan kereta BBM setiap hari, dengan jalur utama tiga perjalanan dari Stasiun Benteng ke Stasiun Malang Kota Lama dan dua perjalanan dari Stasiun Benteng ke Stasiun Madiun.
Setiap harinya, KAI mengangkut 2.880 ton BBM dengan 56 gerbong ketel untuk rute Benteng-Malang Kota Lama dan 1.600 ton BBM dengan 38 gerbong ketel untuk rute Benteng-Madiun.
Volume angkutan BBM terus meningkat setiap tahun. Pada 2023, total angkutan mencapai 914.161 ton, sedangkan pada 2024 naik 1,02 persen menjadi 923.503 ton. Sementara itu, sepanjang Januari-Februari 2025, sudah 135.481 ton BBM terdistribusi.
Dengan mengandalkan kereta api sebagai moda transportasi BBM, KAI turut mengurangi kemacetan lalu lintas serta meminimalkan risiko kecelakaan akibat angkutan BBM berbasis darat.
Selain itu, efisiensi distribusi juga meningkat, sehingga menekan biaya logistik dan mempercepat pengiriman.
"Kami berkomitmen menjaga stabilitas pasokan BBM agar perjalanan mudik tetap lancar dan aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa kendala," pungkas Luqman. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi