Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Segini Biaya Penukaran Uang Pecahan Baru di Luar Bank

Bagus Rio Rohman • Selasa, 25 Maret 2025 | 18:52 WIB
ILUSTRASI penyedia jasa penukaran uang rupiah baru di luar Bank. (Andy S – JawaPos.com)
ILUSTRASI penyedia jasa penukaran uang rupiah baru di luar Bank. (Andy S – JawaPos.com)

RADAR BANYUWANGI – Jasa penukaran uang di luar bank yang ditawarkan oleh sejumlah oknum tampaknya meraup keuntungan yang cukup besar.

Setiap penukaran uang sebesar Rp 100 ribu dikenakan biaya jasa mencapai Rp 17 ribu.

Jika dihitung, penukaran uang pecahan Rp 10 ribu dalam satu bendel yang bernilai Rp 1 juta bisa menghasilkan keuntungan hingga Rp 170 ribu.

Sementara itu, penukaran uang baru di bank tidak dikenakan biaya sepeser pun.

"Biaya jasanya penukaran di luar bank tergolong cukup mahal, karena tidak mungkin orang hanya menukarkan uang sebesar Rp 100 ribu," ujar Rofiq, salah seorang warga Banyuwangi yang menggunakan jasa penukaran di luar bank.

Rofiq menjelaskan bahwa jasa penukaran uang baru banyak ditemukan melalui media sosial (medsos) seperti Facebook dan Instagram, sehingga cukup mudah diakses oleh masyarakat.

"Banyak yang menawarkan penukaran dengan biaya jasa Rp 17 ribu setiap Rp 100 ribu," sebutnya.

Masyarakat cenderung memilih penukaran uang baru di luar bank karena prosesnya yang lebih cepat dan tidak perlu antre.

"Cukup cepat saja penukarannya, tidak perlu antri, hanya bertemu di suatu tempat saja," ungkap Rofiq.

Namun, Rofiq mengingatkan agar masyarakat tetap berhati-hati saat menggunakan jasa penukaran uang di luar bank.

Penting untuk memeriksa dan menghitung uang pecahan yang diterima di hadapan penukar.

"Perlu teliti saja, serta dihitung di hadapan orangnya. Karena sempat ada satu bendel uang pecahan Rp 10 ribu milik saya yang kurang dua lembar," jelasnya.

Rofiq menambahkan bahwa jasa penukaran uang di luar bank ini memang rawan kecurangan.

"Sangat rawan kecurangan, karena kita tidak pernah mengetahui siapa dan di mana orang tersebut. Serta tidak ada tempat resminya, lantaran hanya bertemu di luar," pungkasnya.

Dengan situasi ini, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan risiko sebelum menggunakan jasa penukaran uang di luar bank, meskipun prosesnya lebih cepat dan praktis.

Keamanan dan keandalan dalam transaksi tetap menjadi prioritas utama. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#biaya #Uang Baru #uang pecahan baru #jasa penukaran uang