Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Warga Banyuwangi Keluhkan Penukaran Uang Pecahan Baru BI via Situs PINTAR BI

Bagus Rio Rohman • Selasa, 25 Maret 2025 | 18:41 WIB
Warga yang hendak menukar uang baru harus lebih dulu mendaftar lewat web PINTAR BI. (Suryanto/Radar Surabaya)
Warga yang hendak menukar uang baru harus lebih dulu mendaftar lewat web PINTAR BI. (Suryanto/Radar Surabaya)

RADAR BANYUWANGI – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, penukaran uang baru menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama untuk memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada anak-anak dan saudara.

Namun, proses penukaran yang rumit dan terbatasnya jumlah tempat penukaran uang baru membuat banyak orang merasa kesulitan.

Masyarakat yang ingin mendapatkan uang baru untuk kebutuhan lebaran harus menghadapi tantangan dalam mengakses situs yang disediakan oleh Bank Indonesia (BI) melalui link pintar.bi.go.id.

Meskipun telah disediakan, proses pendaftaran tetap dibatasi dengan jumlah kuota, yang mengakibatkan banyak orang kecewa karena tidak mendapatkan jatah penukaran.

Salah satu warga, Devi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap aturan pembatasan penukaran uang saat ini.

"Padahal, sebelumnya nasabah di salah satu bank jika ingin menukarkan uang untuk lebaran akan dipermudah. Sekarang meskipun kita sudah menjadi nasabah bank, tapi tidak bisa dapat penukaran. Harus daftar melalui link yang disiapkan," keluh Devi.

Devi menambahkan bahwa meskipun link yang disediakan untuk penukaran uang baru dibuka pada Minggu (22/4) lalu, kuota habis dalam waktu satu atau dua jam.

"Makanya perlu dievaluasi adanya aturan tersebut, karena meski dibatasi, di luar juga masih banyak oknum-oknum yang membuka jasa penukaran uang baru dengan jumlah cukup besar," ungkapnya.

Kekhawatiran Devi juga mencerminkan perasaan banyak masyarakat yang merasa bingung dengan adanya jasa penukaran uang di luar bank.

"Tentu masyarakat banyak yang menduga-duga, hal ini terjadi karena adanya indikasi permainan atau bisnis jasa penukaran uang baru oleh oknum-oknum tertentu," pungkasnya.

Dengan situasi ini, masyarakat berharap agar pihak berwenang dapat mengevaluasi dan memperbaiki sistem penukaran uang baru agar lebih transparan dan adil.

Sehingga semua orang dapat merayakan Idul Fitri dengan bahagia tanpa harus menghadapi kesulitan dalam mendapatkan uang baru. (rio)

Editor : Ali Sodiqin
#kuota terbatas #penukaran uang #Situs PINTAR #Bank Indonesia #bank rakyat indonesia (bri)