RadarBanyuwangi.id - Saat krisis melanda, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sering mengalami volatilitas tinggi.
Harga saham bisa turun tajam, menyebabkan kepanikan di kalangan investor. Tapi, apakah ini saatnya menjual semua aset atau justru peluang emas untuk berinvestasi?
Apa yang Terjadi Saat Krisis?
Ketika terjadi krisis, baik akibat faktor ekonomi, politik, atau global seperti resesi dan perang dagang, IHSG cenderung mengalami penurunan drastis.
Investor ritel sering kali panik dan menjual saham mereka, sementara investor institusi justru melihat ini sebagai peluang membeli saham berkualitas dengan harga lebih murah.
Strategi Investor Saat IHSG Bergejolak
1. Tetap Tenang dan Jangan Ikut Panik
Jangan terburu-buru menjual saham hanya karena harga turun. Pastikan kamu memahami apakah penurunan ini bersifat jangka pendek atau merupakan tren panjang.
2. Evaluasi Portofolio Investasi
Cek kembali saham yang kamu miliki. Apakah termasuk saham blue chip yang memiliki fundamental kuat? Jika iya, tetaplah bertahan karena saham-saham ini cenderung pulih setelah krisis berakhir.
3. Manfaatkan Momen untuk Average Down
Saat harga saham turun tajam, ini bisa menjadi kesempatan emas untuk membeli saham berkualitas dengan harga diskon.
Strategi average down (membeli lebih banyak saham di harga rendah) dapat membantu menekan harga rata-rata pembelian.
4. Pikirkan Jangka Panjang
Pasar saham selalu bergerak naik-turun, tetapi dalam jangka panjang, IHSG cenderung mengalami pertumbuhan. Investor yang bersabar justru sering mendapatkan keuntungan lebih besar setelah pasar pulih.
Jadi, saat IHSG jatuh di tengah krisis, jangan panik. Lihat peluang yang ada dan susun strategi terbaik agar investasi tetap menguntungkan. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi