RadarBanyuwangi.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) berkomitmen menjaga kelancaran arus mudik Lebaran 2025 dengan memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) tetap stabil dan tepat waktu.
Sebagai tulang punggung logistik nasional, KAI memainkan peran strategis dalam menjaga ketahanan energi, terutama di tengah lonjakan permintaan selama periode mudik.
Vice President (VP) Public Relations KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa selain menyelenggarakan angkutan penumpang, KAI juga bertanggung jawab dalam kelancaran distribusi BBM agar masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi tidak mengalami kendala akibat kelangkaan pasokan.
Di Pulau Jawa dan Sumatera, KAI bekerja sama dengan Pertamina untuk mengoperasikan 16 perjalanan kereta BBM setiap harinya.
Rute distribusi BBM mencakup berbagai daerah strategis, seperti Labuan ke Kisaran dan Siantar di Sumatera Utara, serta Kertapati ke Lubuk Linggau, Lahat, dan Baturaja di Sumatera Selatan.
Sementara di Pulau Jawa, pasokan BBM didistribusikan dari Surabaya ke Madiun dan Malang, serta dari Cilacap ke Rewulu di Bantul, dan dilanjutkan ke Madiun. Jalur lainnya termasuk Maos (Cilacap) menuju Tegal.
Sepanjang 2023, KAI berhasil mengangkut 2.592.060 ton BBM, sementara pada 2024 jumlahnya meningkat tiga persen menjadi 2.667.441 ton. Hingga Februari 2025, total angkutan BBM telah mencapai 406.200 ton.
Dengan sistem distribusi yang optimal dan koordinasi erat dengan Pertamina, KAI memastikan pasokan BBM tetap stabil untuk mendukung kelancaran mudik dan aktivitas ekonomi selama Lebaran 2025.
Semua langkah ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menjaga ketahanan energi nasional. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi