Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Harga Cabai di Banyuwangi Makin Pedas. Sekilo Hampir Rp 100 Ribu, Petani Kalibaru Mulai Jaga Sawah

Salis Ali Muhyidin • Minggu, 16 Maret 2025 | 03:21 WIB
PEDAS: Petani cabai di Dusun Tegalgondo, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru memanen, Jumat (14/3).
PEDAS: Petani cabai di Dusun Tegalgondo, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru memanen, Jumat (14/3).

RADAR BANYUWANGI - Harga cabai rawit di Banyuwangi, Jawa Timur, terus merangkak naik mendekati angka psikologis Rp 100 ribu.

Saat ini, bumbu dapur itu di tingkat petani harganya sudah mencapai Rp 86 ribu per kilogram, Jumat (14/3). Dengan harga yang cukup mahal ini, petani harus waspada dengan siaga di sawahnya.

Salah satu petani asal Dusun Tegalgondo, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Ali Mahbub, 49, mengaku sedang ditimpa berkah dengan tingginya harga cabai.

“Bisa buat sangu Lebaran. Alhamdulillah masih Rp 86 ribu, tidak tahu besuk berapa,” katanya kepada Jawa Pos Radar Genteng.

Ali menyebut, kenaikan harga cabai itu karena stok menipis di tengah permintaan pasar yang melonjak. Harga pedesan itu, naik turun setiap harinya.

“Naik turun tapi masih tergolong bagus, pokok di atas Rp 40 ribu per kilogram masih bagus bagi petani,” ujarnya.

Harga cabai yang tengah mahal, Ali mengaku kerap memantau lahan cabainya setiap tengah malam.

Ia tak mau modal besar yang keluar untuk merawat tanamannya, akan hangus sia-sia karena cabainya dipanen maling.

“Harus diendangi (dicek) sering-sering. Takutnya panenannya berkurang karena sudah dipanen orang,” terangnya ditemui di lahannya.

Ali mengaku sering jaga di kebunnya sampai cukup lama. Meski mengaku belum pernah jadi korban pencurian, harga cabai yang naik ini rawan mengundang maling.

“Selama ini belum pernah, tapi ya namanya jaga-jaga, jangan sampai malah dicuri orang,” cetusnya.

Baca Juga: Menhub Wanti-Wanti Ancaman Kebakaran di Transportasi Lebaran

Petani lain, Sandi Kurniawan, 32, mengaku juga meningkatkan pengawasan pada tanaman cabainya.

Bagaimana tidak, dengan lokasi terbuka dan harga yang sedang tinggi, sangat memudahkan maling menggarong cabainya.

“Kalau sampai nginap ya tidak, bedanya sering dikunjungi di lihat. Kalau panen sebisa mungkin dihabiskan semua yang ada warna merahnya,” katanya.

Sementara itu, harga pedesan di tingkat pasar rupanya semakin panas.

Dari pantauan di Pasar Induk Genteng 1, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, harga cabai rawit menyentuh Rp 95 ribu per kilogram.

“Sekarang ini Rp 90 ribu sampai Rp 95 ribu,” kata petugas Pasar Genteng 1, Arif Kurniawan.

Harga tersebut, terang Arif, naik ketimbang akhir bulan lalu yang hanya Rp 85 ribu per kilogram. Ini berdampak pada daya beli masyarakat terhadap komoditas tersebut.

“Harganya naik turun, tapi ini masih tergolong sangat mahal. Makanya selain tengkulak, warga untuk kebutuhan rumah beli cabainya sedikit-sedikit,” tandasnya.(sas/abi)

Editor : Ali Sodiqin
#Pedesan #harga cabai #lebaran #100 ribu #banyuwangi #naik