Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Warga Surabaya Mojokerto dan Sidoarjo Serbu Tempat Penukaran Uang Pecahan di Alun-Alun Pasuruan

Ali Sodiqin • Jumat, 14 Maret 2025 | 18:20 WIB
Warga menunjukkan uang baru yang ditukarkan di mobil kas keliling BI Malang di Alun-Alun Kota Pasuruan, Kamis (13/3). (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)
Warga menunjukkan uang baru yang ditukarkan di mobil kas keliling BI Malang di Alun-Alun Kota Pasuruan, Kamis (13/3). (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)

RADAR BANYUWANGI - Semakin mendekati Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, antusiasme masyarakat untuk menukarkan uang baru semakin meningkat.

Pada Kamis (13/3/2025), sejumlah warga berbondong-bondong mendatangi mobil kas keliling milik Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Malang yang berada di Alun-Alun Kota Pasuruan.

Dalam kesempatan ini, masyarakat dapat menukarkan uang mereka dengan uang baru, namun setiap orang dibatasi untuk menukarkan maksimal Rp 4,3 juta.

Menariknya, tidak hanya warga Kota Pasuruan yang datang, tetapi juga banyak warga dari luar daerah.

Bahkan warga dari Kota Surabaya, Mojokerto, dan Sidoarjo, yang kebetulan bekerja di Kabupaten Pasuruan, ramai-ramai menyerbu lokasi penukaran uang di Alun-Alun Kota Pasuruan.

Padahal, proses penukaran uang baru di mobil kas keliling ini hanya dibatasi untuk 300 pendaftar online.

Sebelum melakukan penukaran, masyarakat diwajibkan mendaftar melalui aplikasi PINTAR dan membawa KTP saat menukarkan uang.

Setiap orang hanya diperbolehkan melakukan penukaran sekali.

Salah seorang penukar, Reza, yang datang dari Purwosari, Kabupaten Pasuruan, mengaku menukarkan uang sebesar Rp 2,5 juta dengan pecahan Rp 10.000 dan Rp 20.000.

Ia juga dititipi penukaran uang baru oleh beberapa teman kerjanya.

"Tadi tidak semuanya kebagian. Rencananya ini mau tukar di bank untuk yang belum dapat," ujarnya dilansir dari Radar Bromo.

Wanda, seorang warga asal Kota Surabaya, juga terlihat antusias menukarkan uang sebesar Rp 3 juta dengan pecahan Rp 5.000, Rp 10.000, dan Rp 20.000.

Ia berencana memberikan uang tersebut sebagai hadiah kepada anak-anak saat Lebaran.

"Kemarin daftar secara online. Mumpung Lebaran, ingin memberi kepada anak kecil yang main ke rumah," ungkap perempuan yang bekerja di Kawasan Industri PIER, Bangil.

Aktivitas penukaran uang baru ini mendapatkan pengamanan ketat. M. Risal, petugas keamanan dari Kantor BI Perwakilan Malang, menjelaskan bahwa masyarakat dapat menukarkan uang baru dalam berbagai pecahan, termasuk Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000, dan Rp 50.000.

"Namun, satu orang hanya bisa melakukan penukaran sekali dan dibatasi Rp 4,3 juta. Bagi yang belum dapat, bisa menukarkan uang baru di bank yang bekerja sama dengan BI," katanya.

Dengan adanya layanan penukaran uang baru ini, diharapkan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan lebih meriah dan memberikan kebahagiaan kepada anak-anak di sekitar mereka. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Lokasi Penukaran Uang #pasuruan #alun-alun kota #penukaran uang #surabaya #idul fitri #Uang Baru #Bank Indonesia #sidoarjo #Uang Pecahan #mojokerto