RadarBanyuwangi.id - Dalam upaya meningkatkan keandalan listrik sekaligus menyalurkan energi bersih ke Pulau Bali, PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Baluran dalam pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV Paiton-Watudodol/Kalipuro.
Proyek ini merupakan bagian dari Java Bali Connection (JBC) yang bertujuan memastikan pasokan listrik lebih stabil dan mendukung penggunaan energi ramah lingkungan.
Pembangunan SUTET ini akan melewati Taman Nasional Baluran dengan total 49 tower yang dibangun di kawasan konservasi tersebut.
Untuk itu, kerja sama ini mencakup implementasi Perjanjian Kerja Sama, yang meliputi Rencana Pelaksanaan Program (RPP), Rencana Kelola Lima Tahun (RKL), dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) guna memastikan proyek berjalan sesuai regulasi lingkungan.
Menjelang bulan Ramadhan, PLN UIP JBTB dan Balai TN Baluran menggelar pertemuan strategis yang dihadiri oleh General Manager PLN UIP JBTB, I Njoman Surjana D.; Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi, Eko Rahmiko; serta Manajer Sub Bidang Perizinan dan Komunikasi, Galih Eka Sanjaya.
Turut hadir Kepala Balai TN Baluran, Dr. Johan Setiawan, S.Hut., M.Sc., dan Kepala Sub Direktorat Penguatan Fungsi dan Pembangunan Strategis Kawasan Konservasi Dirjen KSDAE, Probo Wresni Adji, S.Hut., M.PA.
Menurut I Njoman Surjana D., sinergi ini krusial untuk kelancaran proyek. "Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Balai TN Baluran. Ini adalah proyek strategis nasional yang membawa manfaat besar bagi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Dr. Johan Setiawan menegaskan bahwa pihaknya tetap mengutamakan aspek konservasi dalam mendukung proyek ini.
"Kami memastikan pembangunan ini selaras dengan prinsip pelestarian lingkungan," katanya.
Eko Rahmiko menambahkan bahwa koordinasi PLN dan Balai TN Baluran akan terus diperkuat.
"Kami ingin memastikan proyek ini tidak hanya berdampak positif bagi kelistrikan, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan sosial," jelasnya.
Probo Wresni Adji pun menilai proyek ini sebagai contoh nyata sinergi antara sektor energi dan konservasi.
"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur nasional bisa berjalan beriringan dengan keberlanjutan lingkungan," pungkasnya. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi