Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Perkebunan Lidjen Banyuwangi Siapkan Peremajaan 17 Ribu Pohon Cengkih pada Tahun 2025

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 3 Februari 2025 | 17:44 WIB
Wakil Direktur PT Perkebunan Lidjen Suprayogi Tanoerahardjo menyiapkan belasan ribu bibit pohon cengkih di lokasi pembibitan Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Minggu (2/2)
Wakil Direktur PT Perkebunan Lidjen Suprayogi Tanoerahardjo menyiapkan belasan ribu bibit pohon cengkih di lokasi pembibitan Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Minggu (2/2)

RadarBanyuwangi.id – PT Perkebunan Lidjen yang terletak di Kecamatan Licin berencana melakukan peremajaan sebanyak 17 ribu tanaman pohon cengkih pada tahun 2025 ini.

Langkah ini diambil oleh PT Lidjen sebagai respons terhadap kerusakan dan penurunan produksi tanaman cengkih yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Wakil Direktur PT Perkebunan Lidjen Suprayogi Tanoerahardjo mengatakan, tanaman cengkih di wilayah perkebunan telah mengalami kerusakan dan penurunan produksi hingga mencapai 70 persen.

Penurunan ini diduga disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk serangan penyakit dan usia tanaman yang sudah tua.

”Tanaman cengkih di Jawa sudah banyak yang rusak. Sudah ditunggu sekitar 10 tahun dengan cara diobati dan sebagainya, tapi tidak ada perubahan. Makanya, kami putuskan untuk tanam ulang,” kata Suprayogi.

Luas wilayah perkebunan yang dikelola PT Lidjen  mencapai 1.545 hektare (ha). Dari jumlah itu, sekitar 500 ha merupakan lahan tanaman cengkih. Sementara sisanya berdiri tanaman kopi.

Dari 500 hektare tersebut, pihaknya merencanakan peremajaan tanaman cengkih untuk lahan seluas 160–200 ha. Untuk luasan tersebut, perusahaan perkebunan itu membutuhkan sekitar 17 ribu tanaman cengkih.

Saat ini, sebanyak 20 ribu bibit cengkih telah disiapkan oleh para ahli di perkebunan tersebut. Proses peremajaan bibit diambil dari tanaman cengkih terbaik di perkebunan.

”Peremajaannya bertahap. Ini sudah mulai jalan. Kalau cuaca mendukung, langsung kami tanam. Kalau bisa, tahun ini sudah (teremajakan) semua,” ujar Suprayogi.

Dia menambahkan, penurunan kualitas pohon menyebabkan produktivitas tanaman cengkih menurun drastis dalam 10 tahun terakhir. Penurunan itu bahkan mencapai 70 persen.

Suprayogi menduga penurunan kualitas pohon cengkih disebabkan oleh penyakit yang menyerang ranting pohon. Penyakit bakteri pembuluh kayu cengkih menjadi salah satu penyebabnya.

”Normalnya satu pohon bisa menghasilkan 200 kilogram (kg) sekali petik. Sekarang sudah tidak ada pohon yang menghasilkan sebanyak itu. Dapat 70 kg saja sudah bagus,” imbuhnya.

Dengan peremajaan itu, Suprayogi menargetkan, PT Lidjen bisa kembali meningkatkan produktivitas mereka dalam beberapa tahun ke depan. Terutama untuk produksi tanaman cengkih.

Sehingga, hal itu ikut mendorong kesejahteraan warga sekitar Desa Tamansari dan Kecamatan Licin yang bekerja di perkebunan. Pihaknya juga berencana untuk mengatur porsi tanaman cengkih dan kopi.

”Kami akan proposionalkan untuk luasan lahan cengkih menjadi 300 ha saja, sisanya kopi. Kopi bisa panen setiap tahunnya,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#cengkeh #peremajaan #banyuwangi #Perkebunan Lidjen #licin