RadarBanyuwangi.id - Harga daging ayam ras, bawang merah, dan tomat menjadi penyumbang inflasi bulanan (m-t-m) periode November.
Selain itu, ada beberapa komoditas lain yang memberikan sumbangan inflasi m-t-m periode tersebut. Di antaranya kontrak rumah, emas perhiasan, udang basah, dan lain-lain.
Watik, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Banyuwangi membenarkan pada November terjadi kenaikan harga daging ayam di pasaran.
”Pada bulan Oktober harga daging ayam masih kisaran Rp 27 ribu per kilogram (kg) sampai Rp 29 ribu per kg. Sedangkan di bulan November melonjak menjadi Rp 34 ribu sampai Rp 35 ribu per kg,” ujarnya.
Watik menambahkan, Selasa (3/12) harga daging ayam turun Rp 500 per kg. Namun, dia memperkirakan harga daging ayam akan kembali naik. ”Terutama saat rangkaian peringatan Natal dan tahun baru,” kata dia.
Selain itu, daging ayam ras juga menjadi penyumbang inflasi. Tepatnya, sebesar 0,08 persen.
Hayun salah satu pemilik lapak sembako di pasar Banyuwangi mengatakan, pada Oktober harga bawang merah Rp 35 ribu per kg dan terus mengalami kenaikan pada November.
”Mulai awal November sampai saat ini, harga bawang merah mencapai Rp 40 ribu per kg. Hal ini disebabkan musim hujan sehingga menyebabkan hasil panen dari petani kurang baik,” tuturnya.
Harga tomat juga menyumbang inflasi sebesar 0,06 persen. Salah satu pemilik lapak sembako yang berjualan tomat di pasar Banyuwangi Gunawan mengatakan, harga tomat dibanding bulan Oktober memang terus ada kenaikan.
”Di bulan Oktober, harga tomat kisaran Rp 11 ribu per kg. Selama November terus mengalami kenaikan sampai di harga Rp 14 ribu per kg,” tuturnya. (cw3/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin