Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Harga Tak Kunjung Naik, Kerugian Petani Cabai Merah di Banyuwangi Capai Rp 1 Miliar

Salis Ali Muhyidin • Minggu, 3 November 2024 | 15:30 WIB
ANJLOK: Nanang Triatmoko mengecek tanaman cabai merah besarnya di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Jumat (1/11).
ANJLOK: Nanang Triatmoko mengecek tanaman cabai merah besarnya di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Jumat (1/11).

RadarBanyuwangi.id - Harga cabai merah besar di tingkat petani Banyuwangi masih belum naik sejak September 2024. Saat ini, harga pedesan itu masih berkisar Rp 5.000 sampai Rp 6.000 per kilogram, Jumat (1/11).

Harga yang masih belum tinggi itu, membuat petani kebingungan. Apalagi, harga pokok penjualan (HPP) cabai merah besar Rp 15.000 per kilogram.

“Bisa dihitung sendiri, berapa kerugian kami sebagai petani,” kata salah satu petani, Agus Waji, 53, asal Dusun Sidorejo Kulon, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi.

Dengan harga yang murah saat ini, terang dia, berarti satu ton hasil panenannya, petani harus menanggung kerugian hingga Rp 10 juta.

“Istilahnya saya ini kalah main (judi). Rugi tenaga dan rugi uang, tidak tahu kondisi seperti ini sampai kapan,” keluhnya.

Padahal, Kabupaten Banyuwangi salah satu pemasok cabai merah besar terbesar di wilayah Jawa Timur.

Dari datanya, Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Banyuwangi memenuhi 25 persen pasokan cabai merah besar di Jawa Timur. “Banyuwangi ini terbesar di Jatim,” terang Ketua AACI, Nanang Triatmoko.

Setiap harinya, jelas dia, produksi cabai merah besar di Jatim ketika musim panen seperti saat ini 400 ton. Dari situ, Banyuwangi menyumbang sekitar 100 ton.

“Dengan kerugian Rp 10 ribu per kilogram kalau dikali 100 ton sudah Rp 1 miliar, ini angka yang sangat besar,” tegasnya.

Data itu, terang dia, sudah disetorkan ke Satgas Pangan RI untuk dijadikan bahan evaluasi guna mencari solusi anjloknya harga cabai merah besar tersebut.

“Data itu kemarin diminta saat kami rapat via zoom bersama kementerian terkait,” tegasnya.

Hanya saja, lanjut dia, sampai saat ini keluhan AACI yang mewakili petani mengenai anjloknya harga cabai merah besar, masih belum bisa teratasi. Penerapan harga eceran tetap (HET) sesuai permintaan AACI, masih belum bisa terealisasi.

“Untuk bisa mendapat realisasi itu, harus merubah perundang-undangan. Karena memang pirantinya tidak ada,” ucap Nanang.

Karena itu, ia mengaku akan mengambil langkah dengan maju ke DPR RI guna membahas masalah tersebut.

“Secepatnya saya ke Senayan. Saya ingin cabai merah besar ini juga punya HET seperti padi dan komoditas lain,” pungkasnya.(sas/abi)

 

Editor : Ali Sodiqin
#harga cabai #Petani #cabai merah #kerugian #rugi