Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Produksi Cabai Rawit di Wongsorejo Banyuwangi Menurun, Ternyata Ini Penyebabnya

Redaksi • Kamis, 10 Oktober 2024 | 17:17 WIB
SIAP DIKIRIM: Cabai rawit merah menggunung di gudang milik Heri di Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Rabu (9/10).
SIAP DIKIRIM: Cabai rawit merah menggunung di gudang milik Heri di Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Rabu (9/10).

RadarBanyuwangi.id – Tren harga cabai rawit merah di wilayah Wongsorejo, Banyuwangi, mengalami kenaikan. Saat ini harga sekilo cabai rawit di kisaran Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu.

Kenaikan tersebut disebabkan oleh penurunan produksi cabai rawit merah yang tidak memenuhi standar.

”Sekarang ini produksi cabai rawit merah menurun. Produksinya tidak memenuhi standar. Seharusnya bulan-bulan ini sudah panen raya, tapi tanaman banyak yang tidak produktif, jadi pasokan berkurang,” ujar Heri, salah satu pengepul cabai yang tinggal di Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Rabu (8/10).

Lebih lanjut Heri mengatakan, gara-gara cabai di Wongsorejo tidak memenuhi standar, dia mengambil pasokan dari daerah lain seperti Mataram untuk memenuhi kebutuhan pasar.

”Tanaman kurang produktif. Jadi, banyak pengirim dari kecamatan seperti Wongsorejo harus ngambil pasokan dari daerah lain seperti Mataram untuk dijual di pasar,” jelasnya.

Kondisi ini membuat pasokan cabai rawit merah di pasar menjadi terbatas sehingga hBaca Juga: Kisah Hardiyanto Kurniawan: Kerja di Kapal Pesiar Dipulangkan, Tanam Cabai Bangkrut, Sukses Jualan Mie Ayam Purwoarga pun ikut melonjak.

Biasanya saat panen raya, produksi cabai rawit merah di Wongsorejo bisa mencapai 50 ton per hari. Namun, saat ini produksinya hanya sekitar 10 ton per hari.

”Biasanya saat panen raya, bisa sampai 50 ton sehari, tapi sekarang paling cuma 10 ton, itu pun kadang kurang,” ungkapnya.

Berbeda dengan cabai rawit merah, harga cabai merah justru mengalami penurunan drastis. Saat ini, harga cabai merah di tingkat petani hanya Rp 5 ribu per kilogram.

Hal ini disebabkan oleh melimpahnya produksi cabai merah di berbagai daerah.

”Untuk cabai besar, panen raya sedang melimpah di banyak daerah. Produksi melimpah membuat harganya turun drastis, sekarang cuma Rp 5 ribu per kilogram,” beber dia.

Heri menambahkan bahwa harga cabai dipengaruhi oleh kualitas daging cabainya.

Misalnya, cabai rawit merah jenis ori-212 harganya lebih tinggi daripada cabai lokal biasa, terpaut Rp 3 ribu hingga Rp 4 ribu.

Untuk pasokan cabai, Heri mengambil dari beberapa daerah, yaitu Wongsorejo (50 persen), Asembagus (25 persen), dan Mataram (25 persen).

Dalam sehari, Heri mampu mengirim rata-rata 2–3 ton cabai, bahkan saat panen raya bisa mencapai 5 ton per hari.

”Sekarang pengiriman saya ke wilayah Jawa Timur dan Solo. Kadang juga ke Jakarta, tapi yang ke Jakarta nggak terlalu banyak,” ungkapnya.

Menanggapi kondisi harga cabai yang fluktuatif, Heri mengatakan petani sering kali kesulitan merawat tanamannya karena biayanya tidak mencukupi.

Sebagai pedagang, kadang pihaknya memberikan alternatif seperti mengeringkan cabai supaya tetap bisa dijual.

”Kalau harga turun drastis, biasanya petani kurang merawat tanamannya karena biaya perawatan tidak mencukupi. Saya sebagai pedagang kadang memberikan alternatif seperti mengeringkan cabai supaya tetap bisa dijual,” jelasnya.

Terkait dengan tren penanaman cabai di Wongsorejo, Heri menjelaskan, sekitar 75 persen lahan pertanian di Kecamatan Wongsorejo ditanami cabai.

Namun, dalam kurun 1–2 tahun terakhir, penanaman cabai menurun karena produksi sulit dan harga tidak stabil.

Banyak petani yang beralih ke tanaman lain seperti tomat, semangka, bawang merah, dan melon.

”Di Kecamatan Wongsorejo, sekitar 75 persen lahan pertanian ditanami cabai, tapi dalam 1–2 tahun ini penanaman cabai menurun karena produksi sulit dan harga tidak stabil. Banyak petani yang beralih ke tanaman lain seperti tomat, semangka, bawang merah, dan melon,” ungkap Heri. (cw2/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#harga cabai #produksi cabai #cabai rawit #kemarau #cabai mahal #tidak produktif #Panen Raya #wongsorejo #banyuwangi