Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Turun Harga, Ini Harga Terbaru Pertamax, Pertamax Turbo, Petalite, dan Biosolar di SPBU Banyuwangi

Redaksi • Rabu, 2 Oktober 2024 | 17:52 WIB
LEBIH TERJANGKAU: Konsumen mengisi BBM nonsubsidi di SPBU Karangente, Selasa (1/10).
LEBIH TERJANGKAU: Konsumen mengisi BBM nonsubsidi di SPBU Karangente, Selasa (1/10).

RadarBanyuwangi.id – Bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi resmi turun harga sejak, Selasa (1/10).

Nominal penurunannya pun relatif besar, yakni antara Rp 850 hingga Rp 1.400 per liter.

Namun demikian, penurunan harga itu belum diimbangi lonjakan permintaan konsumen secara signifikan.

Sekadar diketahui, harga Pertamax turun Rp 850 per liter, yakni dari Rp 12.950 menjadi Rp 12.100 per liter.

Kemudian, Pertamax Green 95 turun Rp 950 per liter menjadi Rp 12.700 dari sebelumnya Rp 13.650 per liter.

Sedangkan Pertamax Turbo turun Rp 1.220 per liter, tepatnya dari Rp 14.470 menjadi Rp 13.250 per liter.

Penurunan harga juga terjadi pada BBM jenis Dexlite, yakni dari Rp 14.050 menjadi Rp 12.700 atau turun Rp 1.350 per liter.

Pertamina DEX juga turun harga sebesar Rp 1.400 per liter. Sebelumnya harga Pertamina Dex sebesar Rp 14.550, turun harga menjadi Rp 13.150 per liter.

Sementara itu, harga BBM bersubsidi, yaitu Pertalite dan Biosolar tidak berubah.

Harga Pertalite tetap sebesar Rp 10 ribu per liter, sedangkan biosolar sebesar Rp 6.800 per liter.

Namun, pada hari pertama pemberlakuan harga baru tersebut, jumlah konsumen maupun volume pembelian beragam BBM nonsubsidi tidak mengalami peningkatan signifikan.

Seperti diutarakan salah satu operator SPBU 54-684.06 alias SPBU Karangente Abu Zaid.

Abu mengaku belum ada kenaikan jumlah pembeli Pertamax meskipun terjadi penurunan harga.

”Masih seperti biasa. Soalnya masih hari pertama,” ujar pria yang akrab disapa Bang Jek tersebut.

Zaid menuturkan, perubahan perilaku konsumen BBM nonsubsidi tidak secepat BBM bersubsidi ketika mengalami perubahan harga. A

palagi, perubahan harga BBM nonsubsidi biasanya memang diumumkan berdekatan dengan hari pelaksanaannya.

Lain halnya dengan perubahan harga BBM bersubsidi yang biasanya sudah diumumkan jauh hari. Oleh karena itu, menurut Zaid sering terjadi antrean panjang BBM bersubsidi sehari sebelum kenaikan harga.

Sedangkan berkaitan penurunan harga BBM nonsubsidi, jika berkaca pada pengalaman penurunan harga pada September, kenaikan jumlah konsumen terjadi selang beberapa hari setelah pengumuman dari pihak Pertamina.

Dikutip dari situs resmi Pertamina, penurunan harga BBM nonsubsidi adalah bentuk implementasi Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Dalam Kepmen itu, disebutkan bahwa harga BBM nonsubsidi mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak yakni Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus dan mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

Salah satu konsumen Pertamax, yakni Syafaat mengatakan, dirinya bersyukur atas penurunan harga BBM nonsubsidi tersebut.

Pria yang memang sudah berlangganan Pertamax ini berharap penurunan harga dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dengan beralih menggunakan Pertamax.

”Soalnya kan menggunakan Pertamax itu lebih bagus untuk mesin,” pungkasnya. (cw1/sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#pertalite #pertamax #harga bbm #biosolar #pertamina #SPBU #harga turun #pertamax turun #BBM Turun Harga