RadarBanyuwangi.id– Gotong royong warga Kecamatan Giri, Banyuwangi, untuk memberdayakan orang-orang lanjut usia (lansia) menuai apresiasi Bupati Ipuk Fiestiandani.
Orang nomor satu di Pemkab Banyuwangi menyatakan bahwa gotong royong warga semakin melengkapi program-program pemberdayaan yang digulirkan pemerintah.
Bupati Ipuk mengunjungi tiga desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Giri pada Senin (9/9).
Salah satu lokasi yang dia kunjungi adalah tempat usaha pembibitan tanaman ”Dulur Tani” di Dusun Lebak, Desa Grogol. Pemilik usaha ini memberdayakan 18 lansia.
Pemilik pembibitan Dulur Tani, yakni Samsuri mengatakan, dirinya memberdayakan para lansia sehingga orang-orang yang relatif sepuh tersebut mendapat tambahan penghasilan.
”Saya ajak untuk bekerja. Ternyata mereka mau dan malah senang,” ujarnya.
Para pekerja lansia tersebut mengerjakan pekerjaan yang relatif mudah, seperti membuat media tanam.
Media tanam tersebut terbuat dari tanah yang dimasukkan dalam satu kotak. Samsuri terlebih dulu memberikan pelatihan cara membuat media tanam yang baik.
”Kami membantu karena rasa kemanusiaan. Kami juga berterima kasih kepada pemerintah daerah karena terus memberi kami pendampingan dan pelatihan sehingga terus berkembang,” kata Samsuri.
Di lokasi tersebut tersedia berbagai macam bibit. Mulai bibit cabai besar, cabai rawit, tomat, hingga terong. Dalam sebulan mereka bisa memproduksi 120 ribu bibit tanaman.
Selain itu, Ipuk juga mengunjungi tempat produksi telur asin milik Sai Bunawan, warga Desa Jambesari. Di rumah usaha ini, Sai mempekerjakan 15 lansia untuk membantu produksi telur asin. Bahkan, Sai hanya mau menerima pekerja lansia.
Sementara itu, Bupati Ipuk mengapresiasi apa yang dilakukan Samsuri dan Sai.
”Saya sangat senang melihat kerukunan dan budaya saling bantu warga. Terima kasih orang-orang baik,” ujarnya.
Ipuk menambahkan, Pemkab Banyuwangi juga memiliki banyak program untuk meningkatkan kesejahteraan para lansia.
Seperti pemberian makanan bergizi gratis melalu program Rantang Kasih, jemput bola pemeriksaan kesehatan, Posyandu Terintegrasi yang melakukan pemeriksaan bagi para lansia, dan berbagai program lainnya.
”Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang peka terhadap lingkungan sekitarnya. Kami minta apabila masyarakat menemukan lansia yang tinggal sebatang kara, atau ada anak putus sekolah untuk melapor ke desa atau kecamatan agar segera mendapat tindakan,” pinta Ipuk. (sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin