Radarbanyuwangi.id – Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Pulau Jawa mulai turun sejak awal September. Meski hanya turun Rp 750 per liter, minat konsumen untuk membeli Pertamax cukup meningkat.
Di sejumlah SPBU wilayah kota seperti SPBU Banterang dan SPBU Karangente, terlihat ada peningkatan jumlah konsumen Pertamax sejak dua hari terakhir. Stan Pertamax yang biasanya sepi dari antrean, kini ramai diserbu pembeli.
Manajer SPBU Karangente Abdul Kadir mengatakan, harga Pertamax turun dari sebelumnya Rp 13.700 per liter menjadi Rp 12.950 per liter. Meski demikian, menurutnya belum ada peningkatan jumlah konsumen yang signifikan. ”Pembeli Pertamax belum begitu signifikan karena penurunan harga terjadi sejak Minggu dini hari,” ungkap Kadir.
Perubahan pola konsumen juga dirasakan pedagang BBM di Pertashop. Salah seorang operator Pertashop di wilayah kota, Puji mengatakan, kenaikan konsumen antara 5–7 orang per hari sejak harga Pertamax turun.
Puji menjelaskan, pada medio Juli sampai Agustus harga Pertamax masih berada di atas Rp 13 ribu per liter. Pada awal September harganya menjadi Rp 12.950 per liter. ”Dua bulan ini naik, sekarang turun. Mungkin pembeli mulai berani mengisi Pertamax lagi,” ungkapnya.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, per tanggal 1 September, di wilayah Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara terjadi penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
Untuk Pertamax Turbo (RON 98), terdapat penyesuaian harga menjadi Rp 14.475, Pertamax Green (RON 95) menjadi Rp 13.650, dan untuk Pertamax (RON 92) menjadi Rp 12.950.
Sedangkan untuk Dexlite (CN 51), terdapat penyesuaian harga menjadi Rp 14.050 dan Pertamina Dex (CN 53) harganya menjadi Rp 14.550 per liter.
Harga BBM nonsubsidi akan terus disesuaikan mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak, yakni Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus dan juga mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.
”Evaluasi dan penyesuaian harga untuk BBM nonsubsidi akan terus kami lakukan secara berkala setiap bulannya. Bisa tetap, bisa naik, dan bahkan bisa turun, tergantung tren harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. September ini, semua harga BBM nonsubsidi Pertamina mengalami penurunan harga,” tegas Ahad Rahedi. (fre/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries