RadarBanyuwangi.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jatim mendorong Banyuwangi sebagai pusat ekonomi di Timur Jawa menuju Indonesia Emas 2045.
Hal ini tertuang dalam acara Public Sector Leaders Forum on East Java Economic Prospect 2024 membedah arah, potensi dan peran ekonomi Banyuwangi yang di gelar selama dua hari, Rabu dan Kamis (24-25/7) di Ballroom El Hotel Banyuwangi.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Pajak Jawa Timur 1 selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur Sigit Danang Joyo menjelaskan, latar belakang Banyuwangi dipilih sebagai tempat acara karena memiliki sumberdaya pembangunan yang paling lengkap, mulai infrastuktur yang tersedia, pelabuhan, penghasil ikan, adanya tambang emas, pabrik kereta api terbesar se-Asia Tenggara yakni PT Industri Kereta Api (INKA), dan sebagainya.
“Banyuwangi mempunyai sumber daya pembangunan yang luas biasa, sehingga kami pertimbangkan dan memilihnya sebagai tempat pelaksanaan forum ini,” kata Sigit, Kamis (25/7).
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan, keberhasilan Kabupaten Banyuwangi yang selama 13 tahun begitu cepat berhasil membangun daerahnya dengan menyediakan berbagai fasilitas infrastuktur, penghasil produk dari berbagai sektor yang dikenal secara nasional dan internasional, serta menjadikan Banyuwangi menjadi dikenal masyarakat dari obyek pariwisata yang lengkap dengan sarana penunjangnya.
“Alhamdulillah dari yang dikenal kota santet, kami bisa mengubah diri menjadi Banyuwangi yang dicintai masyarakat karena pembangunan dan pariwisatanya, kami berkomitmen agar pembangunan ekonomi Banyuwangi menyumbang pertumbuhan eknomi Jawa Timur dan Indonensia,” kata Ipuk.
Ipuk juga menyampaikan tentang capaian dan rencana Banyuwangi ke depan, mulai infrastuktur, sumber daya ekonomi serta tidak kalah pentingnya pembangunan SDM.
“Oleh sebab itu, saya mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang digelar ini sekaligus berharap masukan, saran dan supervisi dari peserta forum agar dalam pelaksanaan pembangunan bisa sesuai dengan arah dan tujuan yang pada ujungnya menaikkan kemakmuran masyarakat, khususnya Banyuwangi,” ujar Ipuk.
Sementara itu Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur Petrus Endria Effendhi mengatakan, BI berharap jalan tol yang dibangun bisa menyambungkan seluruh wilayah besuki sehingga ada efektivitas moda transportasi dan Banyuwangi akan menjadi porosnya, serta geothermal yang ada.
Kesemuanya akan menjadi andalan dukungan komplek industri dan menjadi nilai tambah investor untuk masuk berinvestasi terkait adanya energi bersih.
“Pariwisata menjadi andalan, dan bisa naik kelas karena adanya hotel berbintang yang menunjang. Bank Indonesia akan mempromosikan untuk para investor agar masuk di Banyuwangi dengan unggulan yang dimiliki,” katanya
Kakanwil DJP Jawa Timur III Tri Bowo mengatakan, peran Kabupaten Banyuwangi dalam mengumpulkan pajak yang dikelola oleh KPP Pratama Banyuwangi yang sampai dengan bulan Juni 2024 sudah tercapai 40 persen dari target, juga demografi perpajakan dan potensi pajak Kabupaten Banyuwangi terkait dana bagi hasil, transfer ke daerah, realisasi APBD, penyampaian data ILAP serta pelaksanaan PKS optimalisasi pajak pusat dan pajak daerah. (tar)
Editor : Lugas Rumpakaadi