Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Elpiji Melon Langka Bupati Gelar Sidak, Pemkab Banyuwangi Ajukan Tambahan Stok Elpiji ke Pertamina Jadi 150 Persen

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 8 Juli 2024 | 06:30 WIB

AJUKAN TAMBAHAN STOK: Bupati Ipuk Fiestiandani melakukan sidak ke salah satu pangkalan gas elpiji di Lingkungan Kampung Arab, Kelurahan Lateng, Minggu (7/7).
AJUKAN TAMBAHAN STOK: Bupati Ipuk Fiestiandani melakukan sidak ke salah satu pangkalan gas elpiji di Lingkungan Kampung Arab, Kelurahan Lateng, Minggu (7/7).
Radarbanyuwangi.id - Kelangkaan elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram direspons cepat oleh Pemkab Banyuwangi. Minggu (7/7) Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop-UMP) Nanin Otaviantie melakukan sidak ke salah satu pangkalan elpiji di Lingkungan Kampung Arab, Kelurahan Lateng.

Ipuk mengecek ketersediaan pasokan elpiji yang selama ini kerap dikeluhkan warga akibat stoknya cepat habis, bahkan sulit dicari. Selama sidak, Ipuk  berbincang dengan pemilik pangkalan.

”Saya datang ke pangkalan dan ke agen elpiji di Lateng untuk bertemu dengan pemiliknya. Beliau menyampaikan bahwa sebenarnya stoknya cukup, tapi karena permintaan yang tinggi sehingga muncul kekosongan,” kata Ipuk.

Untuk mengatasi kekosongan elpiji, Pemkab Banyuwangi telah mengajukan tambahan stok elpiji melon ke Pertamina sebanyak 150 persen. Pada hari biasa, penyaluran elpiji melon di Banyuwangi mencapai 62 ribu tabung per hari.

”Dari Diskop-UMP sudah mengusulkan untuk ditambah dan sudah dikabulkan. Mudah-mudahan dengan tambahan dropping dari Pertamina ke agen dan pangkalan, masyarakat tidak kesulitan,” kata Ipuk.

Selama sidak, Ipuk banyak menerima masukan dari para pemilik pangkalan elpiji agar pengiriman stok gas tetap berjalan pada hari libur dan tanggal merah. Terkait hal itu, Ipuk siap menjembatani dengan mengirimkan surat permohonan ke Pertamina melalui dinas terkait.

”Nanti kami minta sebelum tanggal merah dan hari libur, dropping ke pangkalan dan agen ditambah.  Sehingga, saat hari libur dan tidak ada pengiriman, pangkalan dan agen sudah ada stok,” pungkas Ipuk.

Pemilik pangkalan elpiji, Hazi Bauzir menjelaskan, selama ini dia mendapat pasokan elpiji melon sebanyak 160 tabung per pekan yang dikirim dalam tiga tahap. Hazi mengakui ada peningkatan permintaan dari masyarakat sejak beberapa pekan terakhir.

Hazi menduga lonjakan permintaan terjadi karena hari raya dan hajatan. ”Setiap hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, sudah pasti ada peningkatan permintaan. Sudah bertahun-tahun seperti itu. Apalagi, sekarang musim hajatan dan akan menyambut kepulangan haji,” katanya.

Soal tambahan permintaan kuota dari pemkab ke Pertamina, Hazi mengaku telah mendapat tambahan kiriman elpiji melon. ”Iya, ada tambahan. Hari ini ada tambahan 100 tabung. Mudah-mudahan ke depan tetap ada tambahan lagi,” harapnya.

Kepala Diskop-UMP Nanin Oktaviantie menjelaskan, pihaknya telah meminta penambahan kuota sejak Juni lalu. Pada bulan lalu, Nanin meminta tambahan kuota sebesar 100 persen.

”Realisasinya pada bulan lalu sebanyak 94,6 ribu tabung setiap hari. Untuk bulan ini mulai pekan kedua, kami mengajukan lagi tambahan kuota 150 persen, jadi nanti bisa di atas 100 ribu tabung sehari,” tutur Nanin.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi di lapangan, jatah tabung melon yang diterima oleh para pengecer mulai dikurangi. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan Diskop-UMP bahwa pangkalan mengurangi jatah kepada pengecer sepuluh persen dari jatah biasanya. Para konsumen akhirnya memilih langsung menyerbu pangkalan elpiji.

Dampaknya, konsumsi gas elpiji di tingkat pangkalan meningkat lebih dari biasanya. Sayangnya, di level pangkalan juga ada pengurangan jatah sehingga membuat pelanggan kesulitan mendapat gas.

”Dari sales jatahnya dikurangi. Biasanya sepuluh tabung menjadi lima tabung. Harganya juga naik Rp 500 sampai Rp 1.000. Sekarang per tabung dijual Rp 19.500,” ujar Lilik, salah seorang pengecer di Kelurahan Karangrejo. (fre/aif/c1)

 

Editor : Niklaas Andries
#elpiji #idul adha #dropping #kuota #pertamina #pemkab banyuwangi #hari libur #umkm #pangkalan #elpiji melon #Diskop-UMP #stok #tabung