Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Masyarakat Keluhkan Elpiji Melon Sulit Didapat, Diskop Banyuwangi Ajukan Tambahan: Pertamina Tegaskan Tidak Ada Pengurangan  

Fredy Rizki Manunggal • Kamis, 4 Juli 2024 | 13:00 WIB
DISTRIBUSI ELPJI: Agen menyalurkan elpiji ukuran 3 kilogram ke pangkalan Abil, Kelurahan Karangrejo, (3/6).
DISTRIBUSI ELPJI: Agen menyalurkan elpiji ukuran 3 kilogram ke pangkalan Abil, Kelurahan Karangrejo, (3/6).

Radarbanyuwangi.id - Ketersediaan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram kembali menjadi perbincangan dalam dua pekan terakhir di Banyuwangi. Warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan elpiji melon. Mereka harus berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain untuk bisa mendapatkan elpiji subsidi tersebut.

Saat ini harga gas melon di pangkalan Rp 16.000 sesuai harga eceran tertinggi (HET), sedangkan di tingkat pengecer mencapai Rp 18.500. Rahmani, 54, salah seorang pedagang kue yang mangkal di Pasar Karangrejo mengaku harus menunggu di depan pangkalan untuk bisa mendapatkan gas melon.

Biasanya, Rahmani membeli gas elpiji di beberapa toko pengecer. Namun, sejak dua pekan ini pengecer selalu kehabisan stok. ”Belinya harus ke pangkalan, tapi harus cepat-cepatan dengan pembeli lain. Banyak pangkalan elpiji yang sudah dititipi pembeli,” ungkapnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, distribusi gas elpiji ukuran 3 kilogram tetap berlangsung di sejumlah pangkalan. Meski pengiriman tetap berjalan, warga mengaku tetap kesulitan mendapatkan jatah.

Salah seorang pemilik pangkalan elpiji di Kelurahan Karangrejo mengatakan, ada pengurangan jatah sampai separo dari hari normal pada saat tanggal merah. Kondisi ini membuat stok gas cepat habis.

Pemilik pangkalan yang enggan disebut namanya itu sampai harus membatasi jatah untuk pengecer karena banyak warga yang akhirnya datang langsung ke tempatnya. ”Kalau tanggal merah dikirim hanya separo. Kondisi ini sudah sejak awal tahun. Ketika konsumsi gas meningkat, stoknya justru sedikit,” bebernya.

Dia mengaku khawatir akan terjadi kondisi seperti tahun lalu, yaitu pengurangan jatah gas elpiji dari agen. Kalau sudah demikian, pangkalan gas elpiji diserbu pembeli.

Di saat yang sama, dia harus melakukan pendataan pembeli berdasarkan NIK. ”Tabung gas saya banyak yang hilang waktu itu, orang datang mengambil saja,” imbuhnya.

Pengurangan jatah elpiji juga dirasakan pangkalan di Kelurahan Kalipuro. Masitah, salah seorang pemilik pangkalan mengaku mendapatkan jatah 30 tabung per hari. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, pangkalannya hanya mendapatkan jatah 18 tabung.

”Saya tidak tahu kenapa, tapi kata sopir datanya sudah sesuai dari agen. Jumlahnya disesuaikan dengan catatan,” jelasnya.

Kondisi ini cukup membuat bingung warga sekitar tempat tinggalnya yang akan membeli elpiji melon, apalagi hampir seluruhnya sudah didata. ”Saya sudah minta tambahan, tapi belum ada,” tegas Masitah.

Terkait isu kelangkaan elpiji, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskop-UMP) Banyuwangi Nanin Oktaviantie mengaku sudah berkomunikasi dengan Pertamina. Bulan lalu, Pemkab Banyuwangi sudah minta tambahan kuota. Dari distribusi normalnya 64.960 tabung per hari menjadi 94.600 hingga akhir Juni.

Bulan ini, kata Nanin, Diskop-UMP kembali meminta tambahan 150 persen tabung elpiji dari jatah bulanan normal. Permintaan itu diminta segera direalisasikan pada pekan pertama dan kedua bulan Juli. ”Sudah kami sampaikan ke Pertamina terkait isu kelangkaan stok gas elpiji ukuran 3 kg. Secara umum Pertamina melaporkan tidak ada pengurangan stok. Distribusi ke agen dan pangkalan masih tetap dan ada penambahan,” kata Nanin.

Lebih lanjut Nanin mengatakan, memang ada kebijakan pengurangan 10 persen jatah gas elpiji ke pedagang dari biasanya. Kondisi ini bisa saja berdampak di lapangan. Apalagi, selama ini masyarakat kerap membeli gas di eceran daripada di pangkalan.

”Kami sudah keluarkan surat permohonan penambahan jatah. Mungkin tingkat konsumsi masyarakat akan gas elpiji lagi tinggi karena libur panjang dan kebutuhan rumah tangga meningkat,” jelasnya.

Section Head Communication and Relation Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Taufiq Kurniawan  mengatakan, sejauh ini tidak ada pengurangan suplai maupun jalur distribusi yang terganggu ke pangkalan elpiji. Setiap individu bisa membeli gas di pangkalan agar bisa mendapat harga yang sesuai dan stok yang pasti ada.

”Sejauh ini tidak ada pengurangan. Masyarakat bisa membeli gas elpiji ke pangkalan, sama seperti setiap individu bisa membeli bensin di SPBU,” tandasnya. (fre/aif/c1)

Editor : Niklaas Andries
#Stok Gas #gas elpiji #pertamina #Jatah #pembeli #Diskop #pangkalan #elpiji melon #Jawa Pos Radar Banyuwangi #banyuwangi #harga eceran tertinggi (HET)