Radarbanyuwangi.id - Jarot Setiawan, 46, mantan TKI asal Banyuwangi, sukses dengan usaha peternakan kambing perah setelah kembali ke kampung halaman di Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung. Dari kerja keras dan ketekunannya, mampu memproduksi ratusan liter susu kambing dalam setiap harinya.
Untuk ternak kambing perah jenis Sapera ini, Jarot memanfaatkan bekas lahan kebun jeruk. Saat ini memiliki sekitar 200 kambing yang menghasilkan susu berkualitas tinggi. “Susunya enak, tidak bau prengus,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat mengunjungi peternakan Jarot.
Bupati Ipuk menyampaikan susu kambing yang diproduksi Jarot lebih kental dari susu sapi, dan harganya lebih mahal. Itu menunjukkan potensi pasar yang besar untuk produk tersebut. “Susu kambing saat ini banyak diminati masyarakat,” katanya.
Jarot menjadi inspirasi bagi banyak orang dengan kisah suksesnya dalam sektor peternakan. Ipuk menyoroti potensi besar di bidang pertanian dan peternakan. “Kisah sukses Mas Jarot bisa menjadi inspirasi anak-anak muda Banyuwangi,” ujarnya.
Sebelum beralih ke usaha peternakan, Jarot bekerja sebagai TKI di Taiwan selama dua periode. Sejak 1999 hingga 2002, dan kembali ke Taiwan mulai 2006 sampai 2009. “Di Taiwan kerja sebagai tukang las, pulang ikut menanam jeruk dengan keluarga,” terang Jarot.
Sejak 2016, Jarot memilih fokus pada peternakan kambing perah. Kini, ia memiliki sekitar 200 ekor kambing produktif jenis Sapera yang mampu menghasilkan 700 liter hingga 1000 liter susu per minggu. “Satu kambing rata-rata bisa menghasilkan satu sampai dua liter susu tiap hari,” jelasnya.
Susu kambing yang diproduksi Jarot dikirim ke supplier pabrik susu bubuk di Yogyakarta dan Semarang. Jarot menjual susu kambing dalam bentuk beku dengan harga Rp 16 ribu per liter. “Setiap minggunya bisa ambil 700 hingga 1000 liter susu kambing,” terangnya.(rei/abi)
Editor : Niklaas Andries