Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

INKA Minta Suntikan Rp 965 Miliar, Persiapkan Produksi Kereta Api Lebih Banyak di Pabrik Banyuwangi

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 3 Juli 2024 | 16:44 WIB
PT INKA mengajukan PMN Rp 965 miliar untuk menambah kapasitas produksi melalui pabrik di Banyuwangi.
PT INKA mengajukan PMN Rp 965 miliar untuk menambah kapasitas produksi melalui pabrik di Banyuwangi.

RadarBanyuwangi.id - PT Industri Kereta Api (INKA) mengajukan permintaan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 965 miliar untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas produksinya. 

Usulan ini diajukan guna memenuhi kebutuhan kereta api yang terus meningkat di dalam negeri, baik untuk penggantian maupun penambahan sarana baru.

Direktur PT INKA, Eko Purwanto, menyampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI, INKA harus mempersiapkan diri dari awal untuk memenuhi kebutuhan operasional yang ada.

"Dengan keterbatasan kapasitas dan kapabilitas yang saat ini ada, kami perlu mempersiapkan segalanya untuk memenuhi kebutuhan kereta api nasional," ungkapnya.

Saat ini, INKA hanya memiliki satu pabrik yang beroperasi di Madiun, Jawa Timur. 

Pabrik ini mampu memproduksi 800 unit gerbong barang, 225 unit kereta penumpang, 15 unit lokomotif, 300 set kelengkapan bogie, dan 40 unit kereta penggerak per tahun.

Namun, karena tingginya volume pesanan, pabrik di Madiun mengalami kelebihan beban.

Untuk mengatasi hal ini, INKA berencana mengoperasikan pabrik baru di Banyuwangi agar dapat menampung pesanan tambahan.

Eko menjelaskan, dana tambahan sebesar Rp 965 miliar akan digunakan untuk mempersiapkan fasilitas produksi di Banyuwangi, yang ditargetkan mampu menyelesaikan 250 unit kereta per tahun. 

"Kami berharap pabrik Banyuwangi bisa beroperasi penuh dan memenuhi pesanan pada semester II tahun 2025," tuturnya.

Selain itu, dana PMN tersebut akan digunakan untuk pengadaan alat-alat produksi seperti mesin carbody dan peningkatan kapasitas jalur produksi baja tahan karat. 

Dana tersebut juga akan dialokasikan untuk alat-alat pengujian guna memastikan kualitas produk INKA, termasuk pembuatan jalur uji dinamis sepanjang tiga kilometer.

Dana Rp 965 miliar ini juga akan dimanfaatkan untuk memenuhi fungsi pabrik, termasuk pembangunan jalan akses untuk mobilisasi produk-produk dalam pabrik. 

"Kami berharap dukungan penuh agar pabrik Banyuwangi bisa segera beroperasi dan INKA dapat memenuhi semua pesanan kereta api," pungkas Eko. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#produksi #Sarana #dpr ri #pt inka #pabrik #pmn #Kereta Api #banyuwangi