RadarBanyuwangi.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengajukan permintaan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 2 triliun untuk pengadaan sarana Kereta Rel Listrik (KRL) pada 2024.
Permintaan ini diajukan sebagai langkah antisipasi lonjakan jumlah penumpang serta kebutuhan mendesak untuk menggantikan kereta yang telah memasuki masa konservasi.
Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo, menyampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI, kebutuhan akan pengadaan sarana KRL semakin mendesak.
"Pengadaan ini sangat penting untuk mengatasi peningkatan jumlah penumpang serta menggantikan KRL yang sudah usang dan harus dihentikan operasinya," ujarnya.
Prediksi volume penumpang KRL menunjukkan kenaikan yang signifikan, dengan perkiraan mencapai 345 juta penumpang pada 2024, lalu meningkat menjadi 362 juta pada 2025, 358 juta pada 2026, dan 410 juta pada 2027.
Mengingat proyeksi tersebut, KAI berencana untuk mengganti 1.080 unit KRL yang telah berusia 30 tahun atau lebih.
Kekurangan jumlah trainset di tengah peningkatan volume penumpang dapat mengakibatkan kepadatan berlebih, terutama pada jam-jam sibuk (06.00-08.00 WIB dan 16.00-20.00 WIB).
Tanpa pengadaan tambahan, tingkat okupansi diprediksi mencapai 242 persen.
Namun, dengan pengadaan sarana baru, okupansi dapat turun menjadi 159 persen pada jam sibuk di tahun 2027.
"Tingkat kepadatan ini masih dalam batas wajar dan memungkinkan pelayanan yang baik bagi masyarakat," imbuh Didiek.
Menurut rencana, kedatangan kereta baru impor dijadwalkan sebanyak 3 trainset pada 2025.
PT Industri Kereta Api (INKA) juga akan menyuplai 16 trainset, dengan 12 unit pada 2025 dan 4 unit pada 2026, serta tambahan 8 unit pada 2027.
Selain itu, INKA akan melakukan retrofitting 2 trainset pada 2025 dan penggantian retrofit sebanyak 8 trainset pada tahun yang sama.
Didiek menjelaskan, pemenuhan PMN sebesar Rp 2 triliun di tahun ini sangat penting untuk persiapan semester II-2024 dan semester I-2025.
"Kebutuhan dana ini mencapai Rp 810 miliar untuk semester II-2024 dan Rp 2,37 triliun untuk semester I-2025. Kami akan memanfaatkan dana ini sesuai dengan tata kelola yang berlaku," pungkasnya. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi