Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bisnis Susu Kambing di Banyuwangi Mulai Berkembang: Sentra Produksi Hampir Merata di Semua Kecamatan

Salis Ali Muhyidin • Rabu, 12 Juni 2024 | 18:37 WIB

 

Peternak kambing perah di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu memerah kambingnya
Peternak kambing perah di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu memerah kambingnya

RadarBanyuwangi.id - Sentra penghasil susu kambing Banyuwangi, tak lagi terpusat di Kecamatan Kalipuro. Kini, produksi susu kambing sudah merata hampir di semua kecamatan di Bumi Blambangan.

SUSU produksi peternak Banyuwangi tak hanya berasal dari sapi perah. Ada juga produksi susu kambing etawa yang belakangan menjadi primadona di kalangan pelaku usaha peternakan.

Ini, tak lepas dari peran Pemkab Banyuwangi yang terus mendorong produktivitas ternak. Terutama pendampingan kepada para peternak sapi dan kambing.

Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian Pangan Banyuwangi, drh. Nanang Sugiyarto menjelaskan, potensi penghasil susu Banyuwangi masih bagus.

“Peternakan di Banyuwangi ada banyak. Selain peternakan rakyat, juga ada peternakan komersil yang besar,” tuturnya.

Tidak hanya itu, kata Nanang, keberadaan peternakan kambing perah pun juga tengah menjamur di Banyuwangi. Keberadaan peternakan kambing perah pun sudah merata di setiap kecamatan.

“Dulu sentranya hanya di Kalipuro, sekarang setiap kecamatan ada. Mulai dari Kecamatan Sempu, Kecamatan Siliragung, sampai Kecamatan Genteng sudah ada kambing perah,” terangnya.

Dengan potensi besar itu, pemkab terus berupaya melakukan pendampingan kepada para peternak. Tujuannya untuk memastikan kondisi hewan penghasil susu itu dalam keadaan fit.

“Peran kami melakukan pendampingan kepada para peternak. Kita gencar melakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak khususnya sapi dan kambing, agar kondisinya baik,” tandasnya.

Dengan kondisi hewan yang sehat, produktivitas susu murni juga akan terdongkrak.

“Sedangkan untuk pemodalan, kami tidak sampai ke sana. Biasanya pemodal akan dengan sendirinya mendekat kepada para peternak,” tuturnya.

Sementara itu, Dispertapan juga memberikan pelatihan pengolahan hasil produksi susu. Tujuannya agar peternak kambing perah tidak hanya bergantung dari hasil penjualan susu segar.

Apalagi, selama ini masalah peternak kambing perah adalah minimnya pasar yang bisa menyerap produksi mereka.

Berbeda dengan bisnis sapi perah yang para peternaknya kebanyakan sudah bermitra dengan pabrik besar, tidak banyak peternak kambing perah yang punya mitra.

“Kalau sapi perah, kebanyakan punya mitra pabrik, karena kebutuhannya juga besar,” ucapnya.

Tak heran saat kebutuhan susu kambing menipis, para peternak kerap kesulitan memasarkan produknya.

“Untuk itu kami beri pelatihan untuk mengolah susu segar menjadi produk yang lebih awet dan punya nilai jual. Seperti susu bubuk, keju, hingga kefir,” pungkasnya. (sas/bay)

Editor : Salis Ali Muhyidin
#produksi #Etawa #merata #kabupaten banyuwangi #Bisnis #susu kambing #Kecamatan Sempu