Pagar pembatas dipasang untuk mengantisipasi kendaraan agar tidak masuk ke areal pasar. Pembongkaran mulai dilakukan setelah kawasan tersebut steril dari pedagang.
”Sejak 22 Mei, pemkab memberi waktu kepada pemilik toko untuk melakukan pembongkaran manual. Setelah selesai baru kami mulai pembongkaran besar menggunakan alat berat,” ujar Kabid Penataan Ruang Dinas PU-CKPP Banyuwangi Bayu Hadiyanto.
Pembongkaran Pasar Banyuwangi dengan alat berat ditargetkan bisa tuntas pada akhir bulan ini. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Banyuwangi M.Y. Bramuda menjelaskan, proses pembongkaran dan pemerataan dijalankan oleh Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (PU-CKPP).
”Pengerjaan pembongkaran dan pemerataan bangunan Pasar Banyuwangi sudah dimulai. Pengerjaan diserahkan kepada pemkab dan dikerjakan oleh teman-teman dari PU-CKPP,” kata Bramuda.
Proses pembongkaran dan pemerataan akan menyasar seluruh bangunan pasar, kecuali bangunan tampak depan yang merupakan cagar budaya dan bangunan yang ada pemiliknya.
Pemkab menargetkan proses pembongkaran akan rampung kurang dari sebulan. ”Kami berharap, sampai sebelum akhir Juni sudah klir semuanya,” ujar Bramuda.
Usai pembongkaran dan pemerataan rampung, pemkab akan melakukan proses penyerahan lapangan pembangunan pasar kepada pemerintah pusat. Tahap berikutnya, proses pembangunan atau revitalisasi pasar bakal dilanjutkan oleh Kementerian PUPR.
”Secara teknis, Kementerian PUPR yang akan melakukan kegiatan revitalisasi selanjutnya,” kata Bramuda.
Dari informasi yang diterima Pemkab Banyuwangi, lanjut Bramuda, lelang revitalisasi Pasar Banyuwangi telah diketahui pemenangnya. Namun demikian, proses lelang untuk proyek senilai 200 miliar tersebut masih berlangsung pada tahap masa sanggah.
Bramuda menyebut, proyek revitalisasi pasar menjadi satu dengan revitalisasi Asrama Inggrisan. ”Sambil menunggu proses sanggah, pemkab diberi waktu pembersihan dan pemerataan bangunan. Semoga secepatnya bisa selesai proses ini,” kata mantan Kepala Disbudpar Banyuwangi itu. (fre/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries