Sisa-sisa bongkaran toko masih tampak berserakan Minggu (2/6). Meski listrik dan air sudah mati sejak sepekan lalu, para pedagang masih berkutat di bekas toko untuk mengambil sisa material bangunan yang masih bisa digunakan.
Salah satunya Yunus, 70, pemilik Toko Sembako Rejeki. Dia mengambil beberapa sisa material seperti kayu sirap yang digunakan untuk menutupi bagian depan toko serta beberapa kardus berukuran besar.
”Saya mungkin yang terakhir ada di sini. Semuanya sudah pindah, saya dapat tempat di sisi selatan Gedung Wanita,” kata Yunus.
Di tempat baru, Yunus membuat bangunan toko senyaman mungkin. Apalagi, toko itu akan ditempati selama setahun ke depan sampai bangunan pasar baru tuntas dikerjakan.
Untuk mengurangi biaya operasional, pria yang sudah 45 tahun berdagang di Pasar Banyuwangi itu mengambil material dari toko lama yang masih bisa dimanfaatkan.
”Sejak ditinggalkan pemiliknya, banyak orang luar pasar yang menjarah sisa-sisa material yang ada. Terutama kabel, stop kontak, dan lampu. Kalau kardus-kardus tidak. Untung toko saya tertutup, jadi masih aman,” ungkap Yunus.
Langkah serupa dilakukan oleh beberapa pedagang konveksi yang hingga Minggu (2/6) masih belum menempati pasar relokasi. Mereka juga mengambil material yang masih bisa dimanfaatkan.
Ada yang menggunakan jasa tukang untuk mengambil sisa material tersebut. ”Yang saya ambil kusen, ada empat toko yang minta bantuan. Nanti dibongkar lalu dibawa ke Gedung Wanita,” kata Narno, salah seorang pekerja.
Narno menambahkan, pemilik toko meminta pembongkaran segera dilakukan. Kabarnya, pada Senin (3/6) akan ada pembongkaran besar-besaran sehingga bahan-bahan yang masih bisa dimanfaatkan harus segera diambil.
”Selain minta bantuan membongkar, kami nanti juga memasang di tempat baru. Jadi, bahan-bahannya ambil dari bangunan lama,” imbuh pria asal Boyolangu itu.
Selain tukang dan pemilik warung, ada juga beberapa orang yang terlihat mengambil sisa-sisa material yang ditinggalkan pemiliknya di dalam pasar. Salah satunya Taufik.
Pria yang sehari-hari menjajakan pisau di area Pasar Banyuwangi itu memanfaatkan beberapa bahan yang tidak terpakai untuk tambahan material di tempat relokasi. ”Tadi ada teman PKL yang minta tolong dibuatkan tempat untuk berdagang. Saya carikan kayu dari pasar yang tidak terpakai,” jelasnya.
Meski sebagian material sudah dibawa oleh pemilik atau pun tukang, namun di dalam area pasar masih cukup banyak sisa material seperti kayu yang ditinggalkan. Joko, warga Kelurahan Kepatihan yang tinggal tak jauh dari pasar mengatakan, banyak pedagang yang enggan membawa material karena tak ingin menambah ongkos.
Ada juga yang memang tidak diambil materialnya karena sejak awal tokonya sudah tidak dihuni. Pemiliknya membiarkan sisa-sisa material yang ada di pasar.
”Yang tidak mau nyewa tukang ya dibiarkan saja, tidak dibawa (materialnya). Tapi ada yang nyewa tukang minta dibongkar, terus material ditaruh di pinggir jalan. Nanti diambil sama pemiliknya,” jelas Joko. (fre/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries