Puluhan pedagang sejak pagi mengantre untuk mengambil nomor undian. Setelah mendapat nomor, mereka mendatangi lapak yang menjadi jatah masing-masing pedagang.
Salah satu pedagang yang sudah boyongan dan siap untuk membuka lapak adalah Sri Puryati. Warga Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi, itu telah memindah barang-barang untuk berdagang sejak Minggu (26/5) sore. Dari hasil undian lapak, Sri menempati sisi selatan bangunan gedung wanita.
Di tempat relokasi ini, Sri akan berjualan aneka makanan, sama dengan dagangan yang dia jajakan saat berjualan di Pasar Banyuwangi. Dia telah menyiapkan aneka kebutuhan untuk berjualan. Lapak telah dia tata sedemikian rupa. Bahan makanan juga sudah disiapkan.
Sri mengaku lapak tempatnya berjualan di area relokasi cukup nyaman. Dia dan pedagang lainnya akan berjualan di tempat tersebut kurang lebih setahun hingga revitalisasi Pasar Banyuwangi tuntas.
”Di sini jual nasi tempong dan makanan lain, bersyukur masih diberi tempat. Jadi, tidak telantar. Kalau soal rezeki, itu sudah ada yang mengatur,” ujarnya.
Pedagang lainnya, Misnah, juga mengaku siap berjualan di tempat relokasi mulai kemarin. Misnah yang menempati lapak relokasi di sisi utara Gedung Wanita itu berjualan aneka minuman.
Sebagian besar kebutuhan dagangan sudah dia angkut ke tempat relokasi tersebut. ”Di tempat berdagang yang lama sudah akan dibongkar. Jadi, barang-barang sudah dibawa ke sini semua,” kata warga Kelurahan Kepatihan itu.
Baik Sri maupun Misnah berharap, tempat berdagang baru di area relokasi akan ramai didatangi pengunjung. Sehingga, mereka tetap dapat mengais rezeki dari aktivitas berjualan sembari menunggu pembangunan pasar yang akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Meski demikian, belum seluruh pedagang Pasar Banyuwangi menempati lapak di tempat relokasi. Beberapa pedagang bahkan masih menjalani pengundian tempat dagangan. Proses pengundian dilakukan di kantor Gedung Wanita Paramitha Kencana.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Banyuwangi M. Yanuarto Bramuda menjelaskan, pemkab menargetkan para pedagang mulai berpindah ke tempat relokasi pada Senin.
Namun, dia memaklumi jika beberapa pedagang memerlukan waktu tambahan untuk boyongan. ”Ada satu dua yang perlu dukungan teknis seperti penyiapan tempat dan lain-lain.
Hari ini (27/5) juga masih ada pengundian. Jadi, masih ada hal-hal teknis yang harus dilakukan untuk optimalisasi relokasi,” kata dia.
Mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi itu menyebut, para pedagang harus mulai bergeser setelah mereka mendapatkan nomor undian.
Sebab, Pasar Banyuwangi akan segera dibongkar dalam waktu dekat. Aliran listrik di pasar juga akan diputus untuk persiapan pembangunan. ”Karena ada beberapa teman-teman pedagang yang belum siap, kami beri batas hingga akhir Mei. Jadi, akhir Mei harus selesai,” tutur Bramuda.
Ketua Paguyuban PKL Joko Tole Agus Kariyanto mengatakan, dirinya berharap proses perpindahan pedagang bisa dilakukan dengan serentak. Sehingga, nantinya tidak ada pedagang yang masih beroperasi di lokasi lama dan lokasi baru di waktu yang bersamaan.
”Kami harap kalau buka ya serentak di tempat relokasi. Jadi, bisa barengan. Ini kaitanya juga dengan pelanggan,” pungkasnya. (fre/sgt/c1)
Editor : Niklaas Andries