Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau langsung lokasi calon proyek pembangunan dermaga di sisi paling utara Pelabuhan Tanjung Wangi Kamis (9/5).
Lokasi itu sebelumnya pernah dijadikan lokasi uji coba sea acceptance test (SAT) untuk KRI Alugoro oleh PT PAL.
Namun, sekitar tahun 2021, lokasi tersebut dianggap tidak sesuai untuk dermaga kapal selam sehingga fungsinya dikembalikan kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjang Wangi.
Lokasi itu sempat digunakan sebagai tempat bongkar muat kapal ikan dan tempat sandar kapal patroli KPLP milik KSOP.
Menhub Budi Karya didampingi sejumlah pejabat dari KSOP melakukan peninjauan di lokasi tersebut.
Termasuk melihat kondisi pelabuhan yang akan dikembangkan menjadi dermaga untuk kapal penumpang.
”Rencananya akan kita bangun satu pelabuhan potensial. Untuk pelabuhan regional Jawa–Lombok,” ujarnya usai melakukan tinjauan.
Menurut Budi, fungsi dermaga tersebut untuk mengurangi beban lalu lintas di Selat Bali yang selama ini harus terbagi dengan kapal-kapal atau armada yang hendak menuju Lombok dan Sumbawa.
Rencananya pembangunan dermaga akan dikelola bersama dengan pihak swasta. Sehingga, pembangunannya bisa berjalan dengan maksimal.
”Kita tidak ingin pergerakan kapal yang berangkat dari Jawa yang mau ke Lombok dan Sumbawa membebani lalu lintas di Bali,” papar Budi.
Dermaga tersebut ditargetkan bisa disandari kapal penumpang dan bisa menampung sampai 100-an armada truk. Sama besarnya dengan dermaga yang ada di Ketapang.
Budi menargetkan pelabuhan bisa difungsikan tahun depan. Dengan estimasi tiga bulan untuk pengurusan administrasi dan tujuh bulan untuk pembangunan.
”Kita ingin swasta juga untung, jadi mendapat kemanfaatan dari pembangunan dermaga. Ini juga untuk mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” tandasnya. (fre/sgt/c1)
Editor : Niklaas Andries