Catatan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) berdasar data dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Wangi pada Februari lalu, ada 22 ribu beras impor yang datang ke Banyuwangi.
Setelah itu, pada 26 Maret kembali datang beras impor dengan jumlah sekitar 12.500 ton. Selanjutnya, pada 14 April datang lagi beras dari Vietnam yang dibawa kapal MV Hong Lin yang membawa beras sebanyak 8 ribu ton.
Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi Harisun membenarkan bahwa stok beras masih cukup banyak. Selain dari impor beras luar negeri, saat ini panen padi juga sudah mulai terjadi di Banyuwangi.
Pihaknya juga membuka diri untuk menampung beras-beras yang berasal dari petani maupun mitra penggilingan padi lokal.
”Sementara kami beli dari mitra dan petani dengan harga beras medium Rp 11 ribu per kilogram (kg). Kami siap menyerap sebanyak-banyaknya. Mau gabah basah atau kering kami juga siap,” kata Harisun.
Dia menyebut, stok di gudang Bulog mencapai 21 ribu ton. Dengan perhitungan konsumsi beras di Banyuwangi yang berada di bawah 2 ribu ton per bulan, menurut Harisun stok tersebut bisa bertahan sampai 10 bulan ke depan.
”Itu cukup untuk kebutuhan 10 bulan ke depan, apalagi nanti jika ada penambahan beras dari luar negeri lagi,” tuturnya. (fre/sgt/c1)
Editor : Niklaas Andries