Radarbanyuwangi.id – Harga bawang merah di Pasar Induk Genteng 1 dan Pasar Genteng 2, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng mulai turun. Tapi, harga itu oleh para ibu rumah tangga dianggap masih mahal.
Saat ini harga bawang merah berada pada kisaran Rp 50 ribu per kilogram. Harga itu, sudah turun dari sebelumnya yang mencapai Rp 60 ribu per kilogram.
“Ini sudah turun dibanding Ramadan dan menjelang Lebaran,” kata salah satu pedagang bawang merah di Pasar Induk Genteng 1, Ridho Hairul Alam, 39, asal Dusun Sawahan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.
Menurut Ridho, harga bawang merah Rp 50 ribu per kilogram itu sejak beberapa hari lalu.
Bagi para ibu rumah tangga yang biasa belanja bumbu dapur, harga itu masih dianggap mahal.
“Kata ibu-ibu yang belanja, masih mahal,” cetusnya.
Harga bawang merah yang tetap tinggi itu, membuat pembelian cukup berkurang, meski pendapatan yang diperoleh tetap.
Biasanya pelanggan membeli 50 kilogram bawang merah, karena mahal hanya membeli 25 kilogram sampai 27 kilogram.
“Harga bawang merah ini faktor cuaca,” terangnya.
Ridho mengaku mengambil barang dari Kecamatan Wongsorejo. Saat ini musim hujan membuat tanaman bawang merah banyak yang rusak terkena cacar dan busuk.
“Jadi stok dari petani saja berkurang,” ujarnya.
Baca Juga: Pasien DBD di RSUD Blambangan Banyuwangi Naik Dua Kali Lipat: Didominasi Anak-anak
Pada hari biasa, Ridho menjual bawang merah Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram. Saat ini, harga bawang merah hampir dua kali lipat.
“Umumnya para pedagang bawang merah sudah punya stok banyak di gudang. Tapi karena barang memang sedikit, stok di gudang juga tidak ada,” katanya.
Harga bawang merah Rp 50 ribu per kilogram, juga berlaku di Pasar Genteng 2. Misnaini, 46, warga Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng mengatakan, harga bawang merah Rp 50 ribu per kilogram itu terjadi sejak setelah Lebaran.
“Sebelumnya bisa mencapai Rp 70 ribu per kilogram, sekarang berangsur turun, tapi tetap mahal,” ungkapnya.(rei/abi)
Editor : Salis Ali Muhyidin