Daging gelonggongan adalah daging yang diperoleh dari sapi yang sebelum disembelih diberi minum air sebanyak-banyaknya.
Untuk memastikan kualitas daging yang diperjualbelikan, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kamis (28/3) menggelar inspeksi mendadak (sidak) di beberapa pasar.
Salah satu tempat yang disidak adalah Pasar Blambangan.
Seperti diketahui, tingkat konsumsi daging mulai meningkat sejak dua hari terakhir.
Warung-warung mulai beraktivitas normal. Ditambah masyarakat umum yang mulai membeli daging untuk persiapan Lebaran.
”Harga daging sapi bagian paha masih di angka Rp 125 ribu per kilogram. Untuk jeroan campur Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu,” ujar Imam, salah satu pedagang daging di Pasar Blambangan.
Imam menambahkan, biasanya tingkat konsumsi dan harga daging akan semakin tinggi pada H-7 Idul Fitri.
Pedagang akan menyesuaikan dengan menyembelih lebih banyak sapi dari hari-hari biasa.
Pedagang biasanya menyembelih satu hingga dua ekor per hari. Namun, mendekati Hari Raya Idul Fitri, mereka bisa menyembelih tiga sampai empat ekor sapi sehari.
”Harga sapi per ekor sekarang antara Rp 20 juta sampai Rp 25 juta. Mungkin nanti harga daging bisa sampai Rp 135 ribu per kilogram,” kata Imam.
Sementara itu, untuk memastikan kondisi daging-daging tersebut layak konsumsi, Dinas Pertanian dan Pangan mengerahkan petugas melakukan pengecekan daging.
Mereka mengambil beberapa sampel daging dari seluruh pedagang di Pasar Blambangan.
Petugas mengukur kadar air pada daging untuk mengetahui apakah daging yang diperjualbelikan merupakan daging gelonggongan atau bukan.
Kadis Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setiawan mengatakan, petugas disebar di seluruh pasar yang menjual daging di Banyuwangi.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan daging yang dijual benar-benar berkualitas dan layak konsumsi.
”Hasil sidak di lapangan, tidak ditemukan daging yang mencurigakan. Kita lihat semua daging segar-segar dan aman dikonsumsi,” jelasnya.
Saat ini harga daging sapi masih dalam kategori normal, yakni berkisar Rp 125 ribu hingga Rp 130 ribu untuk kategori super.
Harga tersebut mengalami tren kenaikan meskipun tidak signifikan.
Arief menyebut, ketersediaan daging untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dipastikan aman hingga Lebaran.
”Kita tiap tahun selalu surplus ternak. Kebutuhan per tahunnya 116 ekor sapi. Untuk Kecamatan Banyuwangi kurang lebih 13 ekor per hari. Semua tercukupi dengan baik dan aman,” bebernya.
Arief menambahkan, pengawasan peredaran daging di pasaran tidak hanya dilakukan di momen jelang Lebaran saja.
Pihaknya juga rutin melakukan pemantauan di hari-hari biasanya.
”Termasuk di delapan rumah potong hewan (RPH) se-Banyuwangi. Kami pastikan semua daging aman, sehat, dan halal dikonsumsi masyarakat,” tandasnya. (fre/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries