Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Letjen Sutoyo depan SMPN 1 Banyuwangi itu mampu mendulang cuan yang tidak sedikit bagi UMKM. Kepala Bidang Pemasaran Ainur Rofiq mengatakan data laporan rekapitulasi mingguan pasar kuliner ramadan ada sebanyak 325 lapak UMKM disana.
Rata-rata pedagang yang ada setiap harinya mendapat pemasukan harian sekitar Rp 427.730 per hari. ”Perhitungan tersebut mulai 13 sampai 19 Maret.
Dari data yang ada, total omzet pada pekan pertama di pasar kuliner ramadan Jalan Sutoyo sendiri telah mencapai Rp 973.086.106,” ujarnya.
Rofiq mengungkapkan ini dapat menjadi bukti bahwa upaya pemkab dalam menghidupkan UMKM melalui pasar takjil bisa membuahkan hasil yang positif.
”Tentunya dengan mengemas pasar takjil menjadi salah satu destinasi unggulan dalam mencari tempat ngabuburit selama ramadan, yang berdampak positif bagi penumbuhan ekonomi. Karena ini wadah bagi masyarakat untuk datang dan meningkatkan putaran ekonomi,” tuturnya.
Selain menjadi bagian dari UMKM naik kelas. Rofiq berharap, Pasar Kuliner Ramadan dapat menjadi bagian strategi untuk mengatur inflasi.
Kedepannya diharapkan bisa menekan angka kemiskinan ekstrem pada masyarakat Banyuwangi.
Pasar takjil ini menjadi salah satu keberkahan di bulan ramadan bagi para pelaku UMKM.
Selama beroperasi mulai awal Ramadan hingga 9 April nanti, momen ini bisa digunakan pedagang dengan secara maksimal.
”Ini menjadi wadah, media dan ruang untuk menambah penghasilan pribadi warga. Semoga tiap tahunnya kami dapat terus berinovasi sehingga bisa memberikan tempat untuk pedagang berjualan lebih maksimal,” tandasnya. (tar)
Editor : Niklaas Andries