Radarbanyuwangi.id - Bandar udara (Bandara) Internasional Banyuwangi telah bisa melayani ekspor langsung ke negara tujuan (direct export cargo).
Sayangnya, fasilitas penunjang perekonomian di Kabupaten Banyuwangi itu hingga kini masih minim dan sepi.
Saat kali pertama launching, layanan kargo di Bandara Banyuwangi sempat ramai.
Bahkan, ekspor satu ton produk kelautan asli Banyuwangi berupa koral (bunga karang) menuju Hongkong dilepas langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.
“Untuk volume, rata-rata per hari berkisar 600 kilogram dengan komodity utama lobster,” ungkap Eksekutif General Manager (EGM) Bandara Internasional Banyuwangi, Johan Seno Acton.
Menurut Johan, pengiriman kargo di Bandara Internasional Banyuwangi ini salah satu upaya untuk mendukung perekonomian daerah.
Angkasapura (AP) II membuka layanan ekspor kargo langsung, ini untuk mendorong kinerja ekspor di Banyuwangi.
“Semua berkat kolaborasi antara AP II bersama Pemkab Banyuwangi dan stakeholder CIQ (custom-immigration-quarantine),” katanya.
Johan berharap para eksportir yang berada di Banyuwangi, dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk memudahkan kegiatan perdagangannya.
Dan ini bisa menghemat waktu dan biaya, “Ketimbang harus mengirim komoditasnya melalui Bandara Juanda Surabaya atau Ngurah Rai di Bali, ini bias lebih cepat,” jelasnya.
Untuk pengiriman itu, jelas Johan, menggunakan maskapai Batik Air dan Citilink dengan tujuan Jakarta.
Jika berkaca dari trend lima tahun sebelumnya, untuk pengiriman kargo pada Ramadan sampai sepekan sebelum Lebaran, pengiriman cenderung menurun.
“Ramadan kali ini menurun,” cetusnya.
Untuk pengiriman, lanjut Johan, sementara ini yang paling banyak masih tujuan Jakarta. Fasilitas kargo ekspor di Bandara Internasional Banyuwangi telah dibuka sejak November 2020.
“Sudah beberapa kali pengiriman ke luar negeri dengan tujuan Hongkong dan Taiwan dengan komoditas koral dan produk kelautan,” ungkapnya.
Kargo yang disiapkan di Bandara Internasional Banyuwangi, jelas dia, berkapasitas hingga 3 ton.
Kapasitas itu masih mencukupi untuk kegiatan ekspor di Banyuwangi.
“Tidak ada penimbunan, ketika barangnya sampai, langsung disiapkan pemeriksaan lalu diangkut ke maskapai,” terangnya.
Masyarakat dapat memanfaatkan layanan kargo di Bandara Internasional Banyuwangi ini, terang dia, dengan harapan akan meningkatkan kinerja ekspor Banyuwangi, serta memangkas waktu dan biaya pengiriman barang bagi eksportir.
“Semoga fasilitas kargo ekspor ini bisa menarik para eksportir untuk berinvestasi di Banyuwangi,” tandasnya.(ddy/abi)
Editor : Niklaas Andries