Betapa tidak, satu buah alpukat jenis ini beratnya bisa mencapai dua kilogram dan harganya lumayan mahal dibanding alpukat biasa,
Itu yang membuat Moh Yazid Sofyan,40, memberanikan diri terjun ke dunia usaha budidaya alpukat aligator.
Selain faktor cuan, dia juga berkeinginan untuk memberdayakan masyarakat sekitar melalui usahanya.
“Ide membudidayakan muncul saat membaca berita alpukat alligator di Thailand dan Vietnam,” kata warga Jalan Borobudur, Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Banyuwangi ini.
Karena penasaran, Yazid mulai mencari informasi tentang budidaya alpukat alligator tersebut.
Hingga akhirnya, menemukan bibit di Balai Pembibitan di Kediri dan mencoba menanamnya di beberapa kecamatan termasuk di Kecamatan Songgon, Cluring, Muncar dan Tegaldlimo.
“Alhamdulillah, hasilnya sangat menjanjikan. Setiap panen harganya lumayan tinggi,” ungkapnya.
Menurut Yazid, buah alpukat aligator ini berukuran lebih besar dari alpukad jenis lain.
Bahkan, beratnya bisa mencapai dua kilogram. Sementara harga satu kilogram alpukat alligator ini bisa mencapai Rp 30 ribu per kilogram.
“Kalau jual eceran, satu buah bisa antara Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu,” jelasnya.
Kegiatan budidaya aplukat tak melulu soal cuan. Ada alasan lain kenapa getol membangun usaha ini.
Dia ingin memberdayakan masyarakat lokal, khususnya yang tinggal di di sekitar pinggiran hutan.
“Itu penting agar dampak positif dari kegitan ini bisa dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya,” dalihnya.
Disinggung soal pemasaran, Yazid mengaku dia biasa melakukan pengiriman ke sejumlah wilayah.
Di antaranya, Surabaya, Bogor, Depok, Bekasi, hingga Jakarta. Dalam satu kali masa panen, bisa menghasilkan hingga satu hingga lima kuintal alpukad jumbo.
“Kami hargai Rp 20 ribu per kilogram dari petani, sedangkan untuk harga jual kami mengikuti pasar. kisaran Rp 25 ribu hingga 30 ribu per kilogram. Apalagi di bulan Ramadan peminatnya sangat banyak sekali,” pungkasnya.(ddy/abi)
Editor : Niklaas Andries