Banyak keunggulan singkong dibandingkan dengan beras. Yang utama, singkong jauh lebih murah harganya dibandingkan beras.
Selain itu, tanaman ubi kayu ini sangat mudah untuk dibudidayakan.
Singkong juga tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Tanaman ubi ini mampu bertahan pada kondisi kekurangan air atau curah hujan yang rendah.
Ubi kayu dapat berproduksi dengan baik di tanah yang miskin unsur hara.
Selain itu, singkong juga bisa digunakan sebagai pengganti nasi.
Kandungan gizi yang ada pada singkong mirip dengan kentang.
Namun, singkong mengandung zat kimia glikosida sianogen yang dapat melepaskan sianida dalam tubuh.
Konsumsi singkong juga baik sebagai sumber energi. Setiap 100 gram singkong mengandung 38 gram karbohidrat.
Oleh karena itu, singkong menjadi sumber energi yang baik bagi tubuh guna menjalani aktivitas fisik berat.
Aktivitas fisik akan membakar glikogen, bentuk glukosa yang disimpan sebagai cadangan energi.
Ketika Anda makan singkong, karbohidrat akan diubah menjadi glukosa, kemudian diubah lagi menjadi glikogen dan disimpan dalam otot.
Selain itu, singkong juga mengandung pati resisten dalam jumlah yang cukup tinggi.
Pati resisten termasuk ke dalam jenis serat tidak larut yang kaya akan selulosa.
Jenis pati ini sangat berguna untuk membantu kelancaran pencernaan sehingga dapat mencegah sembelit.
Singkong juga ampuh untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat terjadi karena berbagai hal, seperti faktor keturunan atau gaya hidup yang tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan asin terlalu banyak.
Mengonsumsi makanan yang tinggi kalium seperti singkong, diketahui dapat membantu menurunkan tekanan darah.
Ini karena kalium dapat mengurangi kadar garam berlebih dan mengeluarkannya melalui urine.
Selain berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah, singkong juga memiliki kandungan vitamin C yang dapat membantu menjaga daya tahan tubuh.
Vitamin C bekerja sebagai antioksidan yang mengurangi kerusakan sel akibat radikal bebas.
Tak hanya sejumlah manfaat itu, singkong juga terbilang fleksibel jika akan dijadikan bermacam olahan produk pangan.
Singkong bisa diolah dengan cara sederhana seperti direbus atau digoreng, atau diolah menjadi geplek, tepung tapioka, dan keripik.
Untuk harga, singkong juga terbilang murah. Harga singkong di pasaran hanya Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per Kilogram. (sas/bay)
Editor : Niklaas Andries