Pertanyaan berikutnya, apakah gula jagung ini benar-benar lebih sehat dari pada gula pasir biasa.
Untuk menjawabnya, perlu disimak dahulu apakah gula jagung itu.
Gula jagung merupakan pemanis dari jagung yang kerap digunakan sebagai pengganti gula biasa.
Gula ini biasanya diolah menjadi sirup dengan kandungan fuktosa yang tinggi atau biasa kita kenal dengan high fructose corn syrup (HFCS).
Sirup jagung ini banyak digunakan sebagai pemanis buatan dalam makanan olahan atau minuman kemasan. Sirup jagung mengandung kadar glukosa yang tinggi.
Glukosa merupakan salah satu jenis dari karbohidrat. Beberapa glukosa mungkin akan diubah dengan bantuan enzim menjadi bentuk fruktosa.
Tujuan agar rasa dari sirup jagung tidak jauh berbeda dengan gula biasa (sukrosa) yang mengandung glukosa dan fruktosa.
Sisi samping lainnya agar sirup jagung mempunyai rasa lebih manis.
Gula jagung dibuat dengan melalui banyak proses. Tak ayal hal ini memunculkan beberapa variasi sirup jagung dengan kandungan fruktosa banding glukosa yang berbeda-beda.
Jenis paling umum digunakan yakni jenis HFCS 55 yang memiliki perbandingan fruktosa 55 persen dan glukosa persen.
Jenis gula jagung ini paling mirip kandungannya dengan gula biasa.
Meski mirip dengan gula biasa, apakah gula ini saat berada dalam tubuh dapat memproses gula jagung tinggi fruktosa sama seperti tubuh memproses gula biasa.
Kandungan fruktosa awalnya dianggap sebagai pilihan lebih baik untuk penderita diabetes.
Sebab, fruktosa berindeks glikemik rendah. Indeks glikemik yaitu nilai yang menunjukkan seberapa cepat makanan diubah menjadi glukosa dalam tubuh.
Semakin tinggi nilainya, semakin cepat pula makanan ini berubah menjadi glukosa dan meningkatkan kadar gula darah.
Begitupun sebaliknya, bila nilainya rendah, proses berubah menjadi glukosa akan lebih lambat.
Sayangnya, fruktosa hanya bisa diproses oleh sel-sel pada organ hati.
Saat telah masuk ke dalamnya, hati akan mengubah fruktosa menjadi lemak yang tentu memicu produksi kolesterol dan trigliserida.
Sementara itu, makanan yang mengandung sirup jagung tinggi fruktosa, dapat menyumbang kalori tambahan pada tubuh.
Imbasnya akan terjadi lonjakan berat badan.
Tanpa disadari, mengonsumsi makanan atau minuman kemasan bisa mendapatkan kalori hanya dari sekeping biskuit atau segelas minuman bersoda.
Terlebih lagi jika Anda sering mengonsumsi minuman bersoda atau minuman manis dalam kemasan.
Tentu Anda tidak menyadari berapa banyak kalori yang masuk ke dalam tubuh. Menyegarkan memang, tetapi belum tentu menyehatkan. Maka apa pun bahan pemanis yang digunakan. Sebaiknya konsumsi dengan bijaksana dan tidak berlebihan. (nic/bay)
Editor : Niklaas Andries